Botox Bukan Obat Sakit Kepala

11 Februari 2011 Artikel Kesehatan


Botox yang selama ini dikenal sebagai metode antikerut telah digunakan di beberapa negara sebagai salah satu pilihan obat sakit kepala, khususnya migraine kronis. Namun, menurut studi terbaru, Selasa (8/2), para peneliti malah menyatakan botok sebenarnya tak terlalu berpengaruh terhadap sakit kepala.

Botox, zat neurotoksin yang berasal dari bakteri Clostridium botulinum, digunakan sebagai kosmetik yang melumpuhkan otot-otot penyebab keriput. Botox telah diterapkan secara resmi di beberapa negara seperti Inggris dan Amerika Serikat sebagai metode peringan nyeri migraine kronis. Caranya, dengan melakukan sebanyak 39 suntikan pada oto kepala dan leher.

Akan tetapi, pada jurnal Drug and Therapeutics Bulletin edisi Februari 2011, dikatakan bahwa setelah melalui uji coba klinis, bukti yang menunjukkan bahwa obat tersebut memang efektif untuk migraine sangatlah terbatas.

Sebanyak 10 persen pasien bahkan mengakui mereka merasa tak nyaman setelah disuntik botox. Efek samping yang dirasakan antara lain kejang otot, ruam, dan gatal-gatal.

Ditambahkan, memang tak dimungkinkan menghilangkan seluruh efek samping botox, termasuk risiko infeksi dari protein yang disebut albumin serum manusia, yang merupakan salah satu formula obat tersebut. (Pri/OL-06)

Sumber : mediaindonesia.com