Blueberry Pertajam Konsentrasi

14 September 2009 Artikel Kesehatan


Dalam studi yang dipimpin oleh Dr Jeremy Spencer ini ditemukan, partisipan yang minum smoothie blueberry di pagi hari bisa melakukan tes mental dengan lebih baik di siang hari dibandingkan mereka yang mengonsumsi minuman alternatif lain. Hal ini, menurut para peneliti, disebabkan oleh kandungan antioksidan di dalam blueberry yang bekerja dengan menstimulasi aliran darah dan oksigen ke otak. Dengan begitu, otak tetap segar.

Artinya, terang Spencer, orang-orang bisa menggunakan blueberry dan buah-buahan lain yang kaya antioksidan untuk meningkatkan performa mereka selama menjalani suatu tes, atau pekerjaan yang sulit dan memerlukan waktu lama."Tidak ditemukan perbedaan berarti selama satu jam pertama. Tetapi setelah 5 jam, mereka yang tidak mengonsumsi smoothie blueberry mengalami penurunan performa hingga 15-20," tutur Spencer, seperti dikutip situs dailymail.

Blueberry, terang Spencer lagi, kaya akan vitamin C dan E. Para pakar nutrisi mengakui kalau buah ini merupakan salah satu sumber yang paling kaya antioksidan pembasmi kanker (flavonoid). Antioksidan ini juga bisa ditemukan pada teh, anggur, buah anggur dan cokelat. Studi sebelumnya telah menemukan kalau flavonoid bisa melindungi dari serangan penyakit degeneratif bahkan membantu menurunkan berat badan.

Detail studi

Peneliti meyakini bahwa flavonoid dalam berries bekerja mengaktifkan enzim dalam tubuh yang dikenal dengan enos. Enzim ini selanjutnya akan meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak. Tanpa proses ini, menurut peneliti, otak akan kelelahan seiring berjalannya hari dan semakin sulit untuk berkonsentrasi. Selain flavonodi, blueberries juga mengandung beragam antioksidan termasuk anthocyanins, proanthocyanidins, resveratrol dan tannins.

Dalam studi yang dipresentasikan di the British Science Festival di Surrey University ini, Spencer melibatkan 40 partisipan yang berusia 18-30 tahun dan 40 partisipan lain yang berusia di atas 65.

Pada hari pertama percobaan, mereka diberikan diet standar berupa roti panggang dan selai jeruk, diikuti dengan smoothie dari 200 gram blueberry menjelang siang. Kemudian, satu jam setelah mengonsumsi smoothie, mereka diminta mengikuti tes mental berdurasi 45 menit melalui komputer. Tes ini bertujuan mengukur ingatan jangka pendek dan konsentrasi mereka. Kemudian, tes diulangi kembali setelah 5 jam mengonsumsi smoothie.

Dua minggu kemudian, para partisipan kembali menjalani percobaan yang sama. Kali ini dengan minum smoothie yang mengandung gula dan kalori dalam jumlah yang sama tetapi tanpa blueberry. Dalam tes yang dilakukan setelah sejam mengonsumsi smoothie, ketidakhadiran blueberry tidak mempengaruhi performa para partisipan. Tetapi selanjutnya, partisipan yang tidak mendapatkan blueberry mengalami penurunan performa dan konsentrasi. Dan saat di tes kembali setelah 5 jam, performa mereka menurun secara signifikan. Sedang partisipan yang minum smoothie blueberry sama sekali tidak mengalami penurunan kemampuan mental.

Apakah hanya blueberry saja yang bisa bekerja seperti ini? Menurut Spencer, hal yang sama juga berlaku pada buah lain yang kaya antioksidan."Berdasarkan studi kami, makanan lain yang juga mengandung flavonoid seperti strawberry, cokelat dan raspberries akan bekerja dengan cara yang sama."(OL-08)

sumber: www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat