Bila Si Kecil Terserang Flu

5 Februari 2010 Artikel Kesehatan


Tak tega rasanya melihat si kecil gelisah akibat terserang pilek dan batuk. Terlebih jika gejala ini disertai dengan demam. Demikian juga yang Anda rasakan bukan? Kekhawatiran yang berlebih justru tidak akan memberikan penyelesaian yang baik. Karena itu, khususnya para ibu, baiknya mengetahui langkah tepat apakah yang yang harus diambil ketika berada dalam situasi itu.

Influensa (flu) dan common colds (pilek) sebenarnya merupakan dua gejala berbeda yang sama-sama disebabkan oleh virus. Namun gejala flu lebih berat dibanding gejala pilek. Misalnya disertai demam yang lebih tinggi. Bila buah hati Anda mengalaminya, segera berikan asupan cairan yang lebih banyak dari biasanya. Jika disertai demam, berikan juga parasetamol.

Akan tetapi di dunia medis, tak ada obat batuk dan pilek untuk bayi dan anak kecil. Itulah sebabnya mengapa di negara-negara maju, obat batuk pilek telah dilarang untuk bayi dan anak kecil. Obat sebenarnya dari gejala ini adalah daya tahan tubuh anak sendiri.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk menghentikan penularan virus ini di dalam rumah Anda. Antara lain cucilah tangan dengan benar, pakailah masker bagi si sakit dan buanglah tisu bekas ingus ke tempat sampah tertutup. Pemberian air susu ibu (ASI) ekslusif pada bayi hingga usia 2 tahun terbukti berhasil meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan angka infeksi pada bayi dan anak kecil.

Kunyit Dapat Ringankan Flu

Ramuan tradisional juga dapat Anda gunakan jika bayi terserang pilek atau bersin-bersin. Dengan bahan dasar kunyit, ramuan ini dapat meringankan derita si kecil. Caranya mudah, cukup siapkan kunyit, minya kelapa dan minyak telon.

Ambil sesendok makan parutan kunyit, tambahkan sedikit minyak kelapa. Lalu, campuran itu di atas kompor kurang lebih satu menit. Kemudian taruh parutan pada piring atau mangkuk dan tambahkan minyak telon. Tunggu hingga hangat kuku sebelum dibalurkan ke wajah si sakit, tepatnya di daerah T dan di embun-embun bayi. Ramuan ini dapat diberikan dua jam sekali agar cairan dihidung mengental dan anak dapat kembali bernafas lega.

(prt, b8/@Y)

Sumber: Suaramerdeka.Com