Beri Informasi Resep yang Jelas dan Ilmiah

24 November 2010 Artikel Kesehatan


JAKARTA - Seorang dokter diminta tidak merekomendasikan nama produk tertentu kepada pasiennya sebelum memberikan informasi yang jelas dan ilmiah mengenai produk tersebut.

Hal itu diutarakan Ketua Sub Komite Marketing Practices IPMG (International Pharmaceutical Manufacturer Group), Gilbert Julien, Selasa (23/11/2010) di Jakarta.

Gilbert mengatakan, di banyak negara ada dua hal yang mempengaruhi dokter dalam meresepkan sebuah obat, yakni kualitas produk dan kualitas medical representatives (medrep).

"Dokter punya kode etik dalam merekomendasikan sebuah obat kepada pasien. Sebelum meresepkan obat, ia dianjurkan berkonsultasi dulu dengan teman-teman medis tentang bagaimana kualitas obat itu," ujarnya.

Bagi perusahaan farmasi berbasis riset, peranan medrep sangat penting untuk menyampaikan informasi kepada dokter atau HCP (Health Care Professional) tentang penggunaan dan temuan baru dari produk originator.

"Oleh sebab itu, seorang medrep perlu diberi pelatihan dan memiliki pengetahuan yang cukup soal medis dan pengetahuan teknis. Ini kemudian dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat," kata Gilbert.

Standar obat yang diberikan kepada pasien ternyata sangat tergantung dari posisi seorang dokter. Apakah dia adalah dokter yang membuka praktek pribadi atau seorang dokter yang bekerja di bawah RS atau institusi. Untuk dokter yang bekerja di bawah institusi kesehatan, kata Gilbert, terdapat pakem peresepan obat dan semua dokter di sana harus mengikuti prosedur yang berlaku di sana.

"Masyarakat perlu memahami bahwa dokter di rumah sakit harus mengikuti 'protap' (prosedur tetap) sesuai aturan di sana," terangnya.

Sebaliknya, dokter praktek pribadi tidak menjalankan protap di atas. Mereka tetap memilih obat berkualitas yang sekiranya tepat untuk menyembuhkan pasien.

Sumber: kompas.com