Batasan Persahabatan Ibu dan Anak Perempuan

8 November 2010 Artikel Kesehatan


Sebagai ibu dari anak perempuan remaja menjelang dewasa, Anda dituntut lebih cerdas memosisikan diri. Kapan waktunya menjadi teman atau orangtua. Pasalnya, tak mudah membangun keakraban antara sesama perempuan. Jika salah mengambil sikap, bersiaplah hubungan beda usia ini menjadi rumit, bahkan bisa saja berkonflik.

Meskipun keakraban bak teman antara ibu dan anak kini semakin menjadi tren, tetapi bersikap terlalu akrab kadang kala membuat posisi ibu sulit untuk menghadapi putrinya. Hierarki antara ibu dan anak perempuannya masih diperlukan agar anak tahu kapan ia bisa menerima masukan ibunya sebagai teman dan kapan harus mematuhi perintah ibunya sebagai orangtua.

Bagaimanapun, kelak anak bisa melihat sosok ibu sebagai teman. Sebuah survei menunjukkan bahwa 71 persen perempuan usia 21 hingga 54 tahun menganggap ibunya sebagai teman.

Yang perlu dilakukan ibu masa kini adalah menyeimbangkan peran sebagai orangtua dan teman. Ibu juga perlu bersikap tegas, keras, dan disiplin terhadap anaknya. Bagaimana anak menghargai orangtua, dipengaruhi bagaimana ayah dan ibunya memosisikan diri.

Hubungan hierarki antara ibu dan anak berdampak positif pada penghargaan privasi setiap individu. Anda sebagai perempuan dewasa dan juga sebagai ibu memiliki kehidupan pribadi yang berbeda dengan anak perempuan Anda. Begitu pun dengan anak perempuan Anda, ia memiliki teman dan perlu bergaul dengan orang lain seusianya untuk membangun kepribadian dan jati dirinya. Adanya hierarki memudahkan orangtua dan anak untuk menjalani kehidupan masing-masing.

Bayangkan jika hubungan ibu-anak terlalu dekat sehingga semua kegiatan selalu dilakukan bersama. Yang terjadi adalah si anak terperangkap dalam kehidupan bersama ibunya dan merasa bersalah jika harus meninggalkan ibunya untuk bergaul bersama anak lain seusianya. Hubungan yang terlalu dekat seperti ini juga membawa pengaruh buruk bagi ibunya. Di saat harusnya ibu bisa melakukan berbagai kegiatan bersama komunitas ibu atau kegiatan positif lain, ia justru terperangkap dalam hubungan "pertemanan" dengan anak perempuannya.

Jika hubungan yang terlalu dekat sudah telanjur terjadi antara ibu dan putrinya, sikap dewasa menjadi solusinya. Anda sebagai ibu, perempuan dewasa, sudah semestinya mengambil peran ini. Bersikaplah dewasa, hargai privasi dan kemandirian anak perempuan yang menjelang dewasa. Dengan bersikap seperti ini, anak pun akan menghargai orangtuanya, tidak hanya sebagai teman, tetapi juga sebagai ibu.

Sumber: kompas.com