Bahaya Memendam Perasaan

16 Oktober 2013 Artikel Kesehatan


Mengumpul dan menyimpan dendam serta emosi negatif pasti akan mengakibatkan buruk terhadap kesehatan fisikal dan mental. Ramai juga di kalangan kita bersikap berdiam diri dan memendam perasaan benci atau tak puas hati terhadap sesuatu hal. Atau memiliki rasa jengkel dan pada akhirnya hanya dapat dipendam.

Tapi tahukah Anda, jika penyakit kejiwaan merupakan penyakit medis yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Penyakit kejiwaan bahkan dapat memicu penyakit lain, terutama penyakit saraf otonom, yang dikenal dengan psikosomatik.

Menurut psikiater terlalu sering memendam perasaan merupakan salah satu faktor yang berperan terhadap timbulnya psikosomatik. Memendam perasaan adalah penyebab stres yang merupakan pemicu utama gangguan kejiwaan.

Contoh nya adalah sejak kecil, kita sudah diajarkan untuk memendam perasaaan. Coba lihat kalau bayi menangis, orangtua selalu menyuruh untuk berhenti. Padahal tangis merupakan salah satu upaya penyaluran emosi. Belum lagi, ketika beranjak dewasa, saat emosi sedang meluap-luap dan butuh penyaluran, justru malah dimarahi. Lama kelamaan kebiasaan memendam emosi ini akan terbawa hingga dewasa dan dapat memicu gangguan kejiwaan, salah satunya psikosomatis.

Perasaan marah, kecewa, sedih dan lain-lain perlu penyaluran. Meskipun hal itu perlu bimbingan agar penyaluran bisa bersifat positif.

Dari semua itu yang paling penting adalah mengetahui penyebab dari perasaan tidak menyenangkan tersebut. Jika tidak mengetahui penyebabnya, lama-lama kita jadi tidak sadar mengalami stres dan kesulitan mencari penyebabnya. Karena banyak orang yang tidak tahu penyebab stres mereka.

Karena itu, sadari setiap stres yang terjadi pada tubuh. Selain itu, dibutuhkan berpikir positif untuk segala sesuatu, termasuk dalam menyikapi sesuatu yang negatif.

(Dikutip dari berbagai sumber)