Bahaya Membiarkan Si Kecil Menangis Terlalu Lama

10 Januari 2014 Artikel Kesehatan


Pernahkah Anda mendengar saran agar orangtua tidak buru-buru menenangkan bayi mereka yang menangis agar nantinya tak manja? Menurut seorang pakar, justru membiarkan bayi menangis bisa berbahaya untuk pertumbuhannya. Kenapa?

Metode 'membiarkan bayi menangis' justru berbahaya karena bisa membunuh sel otak bayi. Saat bayi stres, tubuh mereka melepaskan kortisol, hormon yang bisa membunuh sel otak. Sementara, saat baru lahir, otak bayi baru berkembang 25% dan bertumbuh sangat cepat di tahun pertama mereka. Sehingga jika si bayi menangis, sebagai salah satu reaksi saat mereka stres, tindakan tersebut bisa membunuh cukup banyak sel otaknya.

Sejumlah penelitian yang mendukung pernyataannya tersebut. Penelitian yang dilakukan Universitas Harvard, Yale, Baylor dan perguruan tinggi lainnya mengatakan, membunuh sel otak bayi berisiko tinggi menyebabkan ADHD, kemampuan akademis menurun dan cenderung membuat bayi tumbuh menjadi orang yang anti sosial.

Membiarkan bayi menangis juga membuatnya tidak belajar kemampuan mengontrol diri. Bayi sangat bergantung dengan pengasuhnya entah itu ibu, ayah, kakek-nenek atau babysitter, saat belajar mengontrol dirinya. Pengasuhan yang responsif, segera memberikan bayi apa yang dibutuhkannya sebelum dia stres, membuat tubuh dan otak bayi tenang. Saat bayi merasa takut dan orangtuanya menenangkannya, bayi jadi membangun ekspektasi untuk ditenangkan, hal tersebut nantinya membangun kemampuannya untuk membuat dirinya nyaman.

Namun yang perlu Anda ingat, bayi tidak akan bisa membuat dirinya nyaman jika dia diisolasi. Kalau bayi dibiarkan terus menangis sendirian, mereka akan berhenti bertumbuh, belajar merasakan dan percaya.

Kenapa kepercayaan bisa terbunuh saat bayi dibiarkan menangis? Psikolog asal Jerman, Erik Erikson pernah mengungkapkan, tahun pertama kehidupan bayi adalah masa penting untuk membangun rasa percaya pada dunia, dunia orang yang mengasuhnya dan dunia dirinya sendiri. Saat bayi dipenuhi kebutuhannya tanpa harus merasakan stres, dia belajar kalau dunia adalah tempat yang dapat dipercaya. Sementara jika kebutuhan bayi diabaikan, dia akan berkembang jadi orang yang sulit percaya pada suatu hubungan dan dunia itu sendiri.

Maka sebaiknya, jangan membiarkan anak-anak menagis terlalu lama. Saat anak menangis, segera tenangkan anak dengan cara bijaksana, agar tak lagi menangis namun tak berarti juga membuat anak menjadi ketergantungan terhadap Anda dan menjadi manja karenanya.

Oleh: Ariyanti S
(Dikutip dari berbagai sumber)