Bagi Anda Penggemar Pedas, Ini Dia 5 Cabe Terpedas di Dunia!

5 April 2015 Artikel Kesehatan


Setiap orang memiliki selera makan berbeda - beda. Ada yang suka pedas, manis, maupun asin. Bagi yang suka pedas, secara umum cabe rawit menjadi cabe terpedas di Indonesia. Tapi tahukah Anda, masih ada cabe lain yang pedasnya berkali - kali lipat dari cabe rawit? Bila cabe rawit memiliki tingkat SHU (Skala Scoville) 50.000 - 100.000, cabe - cabe terpedas di dunia ini memiliki tingkat SHU hingga 2 jutaan!

Berikut ini daftar cabe terpedas di dunia:

Carolina Reaper

Carolina Reaper dijuluki cabe terpedas di dunia oleh Guinness World Records. Cabe ini dikembangkan oleh Ed Currie, pendiri perusahaan PuckerButt Pepper. Tingkat SHUnya hingga 2.200.000 SHU! Cabe dari California ini merupakan persilangan dari Ghost Chili dan Red Habanero.

Trinidad Moruga Scorpion

Dari tahun 2013, cabe yang dikenal dengan Moruga ini menjadi cabe terpedas di dunia dari Guinness World Record. Namun di tahun selanjutnya, kepedasan cabe ini harus dikalahkan oleh Caroline Reaper di peringkat pertama. Tingkat SHU Moruga mencapai 2.009.231 SHU.

7 Pot Douglah

7 Pot Douglah atau Chocolate 7 Pod, merupakan cabe yang cukup langka. Sebelumnya, cabe ini menduduki peringkat kedua dari cabe terpedas di dunia. Cabe ini memiliki warna cokelat atau ungu tua dan terdapat bintil - bintil di seluruh permukaan kulitnya. Tingkat SHUnya mencapai 1.853.936 SHU.

Naga Viper

Naga Viper pernah menduduki peringkat pertama pada cabe terpedas di dunia pada tahun 2011 dengan 1.349.000 SHU. Cabe ini dikembang biakan dari kombinasi banyak cabai yang berbeda dan penyerbukan silang selama bertahun-tahun.

Bhut Jolokia (Ghost Pepper)

Cabe yang dikenal dengan Cabe Setan ini menjadi cabe "Super Pedas" paling terkenal karena sering diberitakan di sejumlah media. Bhut Jolokia adalah hibrida interspesifik yang dibudidayakan di wilayah Nagaland dan Assam dari India timur laut dan sebagian dari Bangladesh. Cabe dengan tingkat SHU 1,041,427 ini masih sering dianggap cabe terpedas di dunia.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)