Badan POM Nyatakan Indomie Aman untuk Dikonsumsi

14 Oktober 2010 Artikel Kesehatan


Melihat maraknya pemberitaan di media cetak maupun elektronik tentang penarikan produk mi instan asal Indonesia di Taiwan akhir-akhir ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Rl menyampaikan bahwa produk mi instan yang terdaftar di Indonesia dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

Hal itu disampaikan melalui rilis resmi Badan POM RI, Senin (11/10). Dalam rilis tersebut dijelaskan pula bahwa di Indonesia, penetapan suatu regulasi dan persyaratan keamanan, mutu dan gizi produk pangan olahan mengacu pada persyaratan internasional yaitu Codex Alimentarius Commission (CAC) dan berdasarkan kajian risiko.

Adapun untuk di Indonesia, penggunaan bahan tambahan pangan diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 722/Menkes/Per/IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan. Salah satunya adalah nipagin (methyl p-hydroxybenzoate) atau methylparaben yang berfungsi sebagai pengawet dengan penggunaan yang dibatasi.

Dalam produk kecap, batas maksimum penggunaan yang diijinkan adalah 250 mg/kg. Dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan unggas, batas maksimum penggunaan adalah 1000 mg/kg. Untuk itu, Badan POM pun menjelaskan bahwa pihaknya secara periodik telah melakukan sampling dan pengujian produk pangan yang beredar di pasaran termasuk mi instan. Dalam lima tahun terakhir, pada kecap dalam produk mi instan, Badan POM tidak menemukan kandungan nipagin yang melebihi batas maksimum yang ditentukan.

Di sisi lain, dari kajian persyaratan di beberapa negara seperti Kanada dan Amerika Serikat, batas maksimum penggunaan nipagin dalam pangan yang diijinkan adalah 1.000 mg/kg. Di Singapura dan Brunei Darussalam, batas maksimum penggunaan dalam kecap 250 mg/kg dan di Hong Kong sebesar 550 mg/kg. Untuk itu, Badan POM pun menyatakan bahwa produk mi instan yang terdaftar di Indonesia tergolong aman untuk dikonsumsi.

Sumber: mediaindonesia.com