Ayo, Kurangi Minuman Manis

26 Mei 2010 Artikel Kesehatan


Mengurangi minuman manis diperkirakan dapat membantu menurunkan tekanan darah. Sejumlah peneliti di Amerika Serikat menemukan bahwa orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan dengan tekanan darah tinggi yang meminum satu minuman dengan sedikit gula per hari dapat menurunkan tekanan darah secara berarti selama 18 bulan.

Bagi sebagian besar penduduk Amerika hal itu berarti mengurangi asupan minuman ringan setengahnya. "Kami menemukan bahwa jika anda menurunkan konsumsi minuman bergula, hal itu mungkin membantu anda menurunkan tekanan darah," kata Dr Liwei Chen dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Louisiana, yang penemuannya dimuat dalam jurnal "Circulation".

"Jika anda mengurangi konsumsi sebesar dua serving, mungkin anda akan menurunkan tekanan darah anda lebih banyak," kata Chen seperti dikutip Reuters.

Penelitian itu menambah tekanan bagi perusahaan makanan dan minuman di AS yang sudah meningkat saat peraturan kesehatan dikeluarkan yang menggeser fokus negara itu pada cara-cara mencegah penyakit serta pengobatannya.

Menurut Asosiasi Jantung Amerika, terlalu banyak gula tidak hanya menyebabkan orang menjadi lebih gemuk, tetapi juga dapat mengakibatkan diabetes, penyakit jantung dan stroke.

Sejumlah negara bagian, termasuk New York dan California, mengenakan pajak pada minuman ringan bergula untuk membiayai ongkos pengobatan penyakit yang berkaitan dengan obesitas.

Laporan dari "US Institute of Medicine" pada Februari menyebutkan bahwa tekanan darah tinggi sebagai "penyakit yang diabaikan" di AS. Penyakit itu menyebabkan satu dari enam kematian dan menambah biaya kesehatan sebesar 73 miliar dolar per tahun.

Penelitian Chen khusus mengamati dampak asupan gula pada tekanan darah. Tim itu menggunakan data 810 orang dewasa berusia 25 hingga 79 tahun dengan batasan tekanan darah tinggi 120/80 hingga 139/89 - dan tahap I hipertensi - 140/90 hingga 159/99.

Pada awal penelitian, orang-orang itu meminum 10,5 ounce (310 ml), atau satu "serving" minuman bergula per hari. Minuman itu termasuk minuman yang diberi gula atau sirup jagung dengan kandungan fruktosa tinggi seperti minuman ringan, minuman buah, dan limun.

Setelah 18 bulan, konsumsi rata-rata turun setengahnya, dan baik tekanan darah sistolik - "angka atas" pada bacaan tekanan darah saat jantung berdetak - dan tekanan darah diastolik - "angka bawah" pada bacaan tekanan darah - turun secara mencolok.

Mereka mengatakan mengurangi satu minuman ringan per hari menghasilkan penurunan 1,8 milimeter tetes merkuri pada tekanan darah sistolik dan menurunkan tekanan darah diastolik 1,1 milimeter merkuri. "Penurunan berat badan menjadi bagian dari alasan itu tetapi tidak secara keseluruhan," kata Chen.

Ia menambahkan bahkan setelah mengendalikan berat badan, perbaikan tekanan darah tetap signifikan. Ia mengatakan kaum dewasa Amerika meminum rata-rata 2,3 "serving" (28 ounce/828 ml) minuman bergula per hari.

Asosiasi minuman Amerika mengatakan minuman bergula tidak menyebabkan risiko kesehatan secara khusus, dan bukan faktor risiko bagi obesitas atau penyakit jantung.

Sumber: Ant/apr (wartakota.co.id)