Awas Ancaman 3 Penyakit di Musim Hujan!

22 Januari 2010 Artikel Kesehatan


JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya curah hujan selama bulan Januari ini menimbulkan ancaman berbagai penyakit menular. Departemen Kesehatan (Depkes) kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada dan melakukan antisipasi mencegah penyebaran penyakit.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)
Depkes Prof dr Tjandra Yoga Aditama, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman penyakit yang tumbuh subur di saat musim hujan yakni diare, demam berdarah dan leptospirosis.

Prevalensi penyakit itu, kata Tjandra, biasanya akan meningkat seiring dengan potensi banjir yang meningkat.

"Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi maka potensi banjir meningkat. Pada saat banjir, maka sumber-sumber air minum khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar. Biasanya juga akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah," ungkap Tjandra melalui email kepada KOMPAS.com, Kamis (21/1/2010).

Apabila banjir terjadi, leptospirosis patut diwaspadai karena genangan air akan membuat tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar dan menyebarkan penyakit.

"Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia di mana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut. Seseorang yang ada luka, kemudian bermain dan terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran atau kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira," paparnya.

Tjandra mengimbau masyarakat melakukan langkah antisipasi dengan menerapkan kebiasaan hidup lebih sehat seperti mencuci tangan dengan sabun setiap akan makan atau minum serta sehabis buang hajat, membiasakan merebus air minum hingga mendidih setiap hari, dan menjaga kebersihan lingkungan, hindari tumpukan sampah disekitar tempat tinggal.

Depkes, lanjut Tjandra, dalam menyambut musim hujan kali telah mengambil langkah antisipasi terhadap kemungkinan peningkatan beberapa penyakit menular. Selain menyiapkan ketersediaan tenaga kesehatan, logistik dan peningkatan surveilans untuk pemetaan daerah rawan, Depkes juga menyiagakan Rapid Response Team di seluruh jajaran kesehatan seperti Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas serta UPT.

sumber: kesehatan.kompas.com