Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Mengalami Mimpi Buruk

19 Januari 2015 Artikel Kesehatan


Manusia menghabiskan sepertiga dari waktu hidupnya dengan tidur. Tidur bukan saja karena kelelahan tetapi juga karena kebiasaan dan pola hidup. Ketika Anda tidur, pastinya pernah mengalami yang namanya mimpi.

Sebenarnya, apa sih mimpi itu? Bagaimana kita bisa mengalami hal tersebut?

Mimpi itu sendiri meliputi gambar, pikiran atau emosi yang dialami pada saat tidur. Mimpi bisa terasa sangat jelas atau nyata dan bisa juga sangat kabur atau abstrak. Teori terkenal dari Sigmund Freud menyatakan bahwa mimpi merupakan cerminan dari alam bawah sadar. Karena banyak pikiran dan keinginan yang tidak dapat diekspresikan atau dicapai pada kondisi sadar, akhirnya muncul dalam bentuk mimpi.

Lalu, apa yang terjadi pada tubuh kita pada saat kita bermimpi? Terutama mimpi buruk

Di tahun 1953, Aserinsku dan Kleitman menemukan hubungan antara EEG record dengan mimpi. Aktivitas EEG yang cepat yang ditandai dengan adanya gerakan mata yang disebut Rapid Eye Movement (REM) ialah indikator bahwa seseorang sedang bermimpi. Mengapa dinamakan demikian? Karena saat kondisi tersebut, mata Anda bergerak ke kanan dan kiri saat Anda memejamkan mata, dan saat itulah Anda bisa mengalami mimp

Saat periode REM, adalah saat Anda bisa mengalami mimpi, sedangkan non-REM adalah masa di mana Anda tidur lebih dalam dan tenang. Periode paling panjang REM terjadi saat menjelang pagi hari, dan saat inilah biasanya mimpi buruk paling sering terjadi. Anda bisa terbangun saat level REM ini dan dengan mudah mengingat kejadian mimpi buruk di pagi hari. Penyebab dari munculnya mimpi buruk saat tidur ada banyak. Salah satunya karena stress dari aktivitas keseharian Anda dan kondisi badan yang tidak fit.

Pikiran akan terfokus pada masalah yang Anda hadapi, dan mimpi buruk adalah bentuk kekhawatiran dan ketakutan Anda dalam menghadapi masalah tersebut.

Berdasarkan penelitian bertahun-tahun tentang mimpi, menurut The Association for the Study of Dreams, ada 10 jenis mimpi yang paling sering muncul, yakni:

  • Gigi rontok
  • Dikejar-kejar orang
  • Ujian atau tidak siap maju ujian
  • Tenggelam
  • Telanjang
  • Sakit atau meninggal
  • Ketinggalan pesawat atau kapal
  • Kerusakan mesin
  • Mobil mogok
  • Tersesat atau terkurung di suatu tempat.


Jadi kesimpulannya, hindari stress berlebih dan gelisah ketika ingin tidur agar tidak dapat mimpi buruk ketika tidur. Namun, ketika Anda tidak gelisah pun bisa jadi mendapatkan mimpi buruk. Itu semua proses yang normal bagi manusia.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)