Antidepresan Ganggu Suplai ASI

2 Februari 2010 Artikel Kesehatan


Ibu yang baru melahirkan sebaiknya lebih berhati-hati dalam menggunakan antidepresan sebab bisa menunda laktasi atau menyusui pada ibu yang baru melahirkan. Obat ini biasa digunakan untuk meredakan gangguan mood, seperti depresi.

Peneliti menemukan bahwa antidepresan yang dikenal dengan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), seperti Prozac dan Paxil, berkaitan dengan penundaan aktivasi pengeluaran air susu penuh.

"Payudara merupakan kelenjar pengatur serotonin. Artinya, kemampuan payudara mengeluarkan susu pada saat yang tepat sangat berkaitan dengan produksi dan pengaturan hormon serotonin," terang co-author studi Nelson Horseman dari University of Cincinnati, seperti dikutip situs healthday.

Artinya, lanjut Horseman, SSRIs kemungkinan mempengaruhi pengaturan serotonin di dalam payudara. Hal ini membuat ibu baru berisiko lebih besar mengalami penundaan pengadaan persediaan air susu penuh.

Dalam percobaan laboratorium, Horseman dan teman-temannya memeriksa efek obat SSRI terhadap proses laktasi dengan menggunakan sel-sel manusia dan hewan, serta sel dari tikus. Selain itu, peneliti juga mengevaluasi efek SSRIs pada 431 ibu yang baru melahirkan.

Peneliti menemukan bahwa ibu yang menggunakan SSRIs rata-rata mulai menyusui setelah 85,8 jam melahirkan. Sedang ibu yang tidak menggunakan antidepresan rata-rata mulai menyusui setelah 69,1 jam melahirkan. Proses pengeluaran air susu biasanya dikatakan terlambat apabila dimulai lebih dari 72 jam setelah kelahiran.

"Obat SSRI merupakan obat yang sangat membantu banyak ibu. Jadi, pemahaman dan pemecahan kesulitan yang dihadapi ibu bisa membantu mereka mencapai tujuan untuk menyusi bayi mereka," terang Horseman. Akan tetapi, terang dia, masih diperlukan studi lanjutan membuat rekomendasi khusus terkait penggunaan SSRI selama menyusui. (IK/OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat