Anak Usia Sekolah Lebih Rentan Flu A-H1N1

7 September 2009 Artikel Kesehatan


Anak-anak usia sekolah ternyata lebih rentan terkena virus A-H1N1 atau flu babi dibandingkan dengan bayi atau balita. Demikian menurut studi terbaru.

Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, setidaknya 40 anak telah meninggal akibat virus A-H1N1. Dua pertiga dari korban tewas itu diketahui telah memiliki masalah kesehatan sehingga lebih rentan terkena flu babi.

Meski belum bisa dipastikan apakah virus yang baru lebih ganas daripada virus flu musiman, beberapa analisis yang dihasilkan dari studi itu cukup penting untuk diketahui:

- Secara umum, setengah atau lebih anak-anak yang meninggal karena influenza biasa berusia 4 tahun atau di bawahnya. Tetapi, 80 persen korban tewas akibat flu babi berusia 5-17 tahun. Menurut Dr Beth Bell, ahli epidemiologis dari CDC, mengatakan, hal itu karena anak usia sekolah punya banyak kegiatan di luar rumah sehingga lebih mudah terpapar virus.

- Hampir dua pertiga anak yang meninggal karena flu babi menderita epilepsi, cerebal palsy atau kondisi kelainan perkembangan saraf lainnya.

- Bakteri lain yang berkoalisi dengan virus A-H1N1 sangat berbahaya. Infeksi bakteri, seperti pneumonia (radang paru), juga bisa menyebabkan kematian pada anak yang sehat.

- Flu babi menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius pada anak-anak dibanding pada orang dewasa karena itu banyak orangtua yang khawatir.

AN/AP

Sumber: Kompas.Com