Anak Autis Bisa Berbohong untuk Kebaikan

14 Oktober 2010 Artikel Kesehatan


Anak-anak penderita autisme bisa berbohong supaya tak menyakiti perasaan orang lain, tapi bila mesti berbohong tengang diri sendiri, mereka bukanlah jagonya, menurut hasil studi ilmuwan di Universitas Queen.

Studi itu digelar oleh profesor bidang sosiologi Beth Kelley dan muridnya dari jurusan pengembangan psikologi Annie Li. Ini merupakan studi pertama yang dilakukan guna menganalisis kaitan antara autisme dan berbohong.

"Hasilnya sangatlah mengejutkan karena diketahui bahwa anak penderita autisme memang sulit untuk memahami dan menghargai perasaan orang lain sehingga kami pun tak mengira mereka bisa berbohong demi kebaikan orang lain," kata Dr Kelley.

Dalam sebuah uji coba, anak-anak penderita autisme diberitahukan bahwa mereka akan menerima hadiah kemudian mereka pun diberikan satu sabun batangan. Ketika ditanya apakah mereka menyukainya, sebagian besar mengangguk dan mengiyakan. Para peneliti pun menyimpulkan bahwa perilaku ini mereka lakukan untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain. Pada tes tahap dua, anak-anak diberikan tes secara audio dan diminta menebak objek yang tersembunyi.

Sebagian besar berhasil menebaknya tebakan yang terbilang mudah seperti mendengar kokokan ayam. Untuk menguji kejujuran mereka, diberikan pula suara-suara sulit seperti boneka Elmo dan musik Natal. Setelah musik Natal diputarkan, sang penguji coba pun meninggalkan ruangan.

Ia kemudian kembali dan menanyakan apakah para peserta telah mengintip objeknya. Baik anak penderita autisme maupun yang normal sama-sama berbohong bahwa mereka tak mengintip, padahal mereka diketahui telah melakukannya. Ketika ditanya apa jawabannya, anak-anak penderita autisme menyadari apabila mereka memberikan jawaban yang benar kebohongan mereka akan terungkap. Maka, mereka pun sengaja memberikan jawaban yang salah.

Sumber: mediaindonesia.com