Alergi Bisa Lindungi Tubuh dari Kanker

20 Juli 2011 Artikel Kesehatan


Alergi memang dapat menimbulkan rasa sakit, tapi penelitian terbaru mengindikasikan bahwa alergi juga bermanfaat.
Riset para ahli dari National Allergy Research Centre di Copenhagen University Hospital Gentofte, Hellerup, Denmark menyatakan, sistem kekebalan tubuh dari seseorang yang mengidap alergi dapat menjadi pelindung terhadap beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara dan kanker kulit non-melanoma.

Manfaat alergi terungkap dalam suatu penelitian melibatkan sekitar 17.000 relawan. Di awal riset, para relawan diminta menjalani tes atau pengujian alergi kontak. Alergi kontak adalah penyakit yang timbul ketika seseorang melakukan sentuhan langsung dengan bahan kimia seperti logam aseton, nikel, dan kobalt. Mereka yang alergi biasanya timbul ruam atau bintik merah pada kulit saat terpapar alergen dalam waktu 24 jam.

Dari hasil tes terungkap, sepertiga dari relawan positif mengidap alergi kontak. Prosentasenya di kalangan perempuan mencapai 41%, dan pada laki-laki sebanyak 26 persen. Seluruh responden ini kemudian dipantau perkembangannya dalam kurun waktu yang cukup lama.

Hasilnya menunjukkan, pria dan waita yang positif alergi memiliki tingkat lebih rendah mengidap kanker payudara dan kanker kulit non melanoma. Penelitian juga menunjukkan, wanita pengidap alergi memiliki tingkat lebih rendah terkena kanker otak dibanding dengan perempuan yang non-alergi, meski tidak signifikan secara statistik. Namun, para peneliti menemukan bahwa pria dan wanita yang memiliki alergi memiliki tingkat lebih tinggi terkena kanker kandung kemih.

"Hal itu bisa disebabkan akumulasi metabolit kimia dalam kandung kemih," menurut ilmuwan.

Rendahnya kasus kanker otak, kanker payudara dan kanker kulit non melanoma di antara pengidap alergi, menurut para peneliti, merupakan hasil dari fungsi kekebalan tubuh.

Temuan ini juga mendukung hipotesis dari teori immunosurveillance, bahwa orang dengan hyperimmunity akan mengalami efek samping alergi. Hyperimmunity ini diyakini mampu melindungi tubuh dari sejumlah kanker.

Para peneliti mengingatkan, temuan ini menunjukkan adanya korelasi antara alergi dan rendahnya kasus beberapa jenis kanker. Akan tetapi, hal ini tidak berarti bahwa yang satu dapat menyebabkan yang lain.

Sumber: kompas.com