Alasan Lelaki Lebih Berisiko Kanker

22 Maret 2010 Artikel Kesehatan


GAYA hidup tidak sehat dan keengganan membuat laki-laki berisiko 70 persen lebih besar meninggal akibat kanker dibandingkan perempuan.

Analisis rekam data menunjukkan, keengganan mengunjungi dokter merupakan alasan utama peningkatan risiko pada laki-laki.

Secara umum, laki-laki berisiko 16 persen lebih besar mengalami kanker dibandingkan perempuan. Selanjutnya mereka juga berisiko 40 persen lebih besar meninggal akibat kanker tersebut. Tapi saat berkaitan dengan penyakit yang hanya menyerang satu jenis kelamin, seperti kanker payudara dan prostat, perbedaan risiko antara laki-laki dan perempuan semakin besar.

Peneliti Profesor David Forman dari University of Leeds menyatakan bahwa laki-laki terkenal enggan ke dokter. Selain itu, laki-laki juga cenderung kurang memperhatikan kesehatan dan melewatkan tes kesehatan rutin yang dianjurkan. Sedang perempuan umumnya melakukan tes kesehatan rutin, khususnya saat menerima kontrasepsi yang diresepkan atau selama kehamilan.

Peneliti lain, Catherine Thomson dari Cancer Research UK, menyatakan bahwa faktor gaya hidup turut berpengaruh."Kita tidak menemukan alasan biologis yang jelas. Jadi, lebih karena faktor gaya hidup, seperti keengganan ke dokter dan kecenderungan mengabaikan gejala," terang Thomson, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, edisi Jumat (19/3).

Merokok dan kebiasaan minum alkohol misalnya, terang Thomson, lebih umum dijumpai pada laki-laki. Alkohol memicu kanker dengan meningkatkan suplai darah ke tumor dan dengan merusak DNA, masalah yang semakin diperburuk oleh kebiasaan merokok.

Selain itu, lanjut Thomson, diet yang buruk juga turut menjadi masalah. Laki-laki cenderung mengonsumsi lebih banyak daging merah dan makan lebih sedikit sayur dan buah dibandingkan perempuan. Laki-laki cenderung menumpuk lemak di sekitar perut, bukan di pinggang atau paha. Hal ini meningkatkan risiko banyak gangguan kesehatan termasuk kanker.

Laki-laki, menurut Profesor Alan White dari Leeds Metropolitan University, sebaiknya lebih memperhatikan kesehatan."Jika Anda mengalami gangguan kesehatan dan tidak sembuh juga setelah waktu yang Anda perhitungkan, sebaiknya temuilah dokter dan periksakan diri." (MI/ICH)Sumber: metrotvnews.com