Alas Kaki Mempengaruhi Beban Persendian

29 Maret 2010 Artikel Kesehatan


Sandal jepit dan sepatu dengan sol fleksibel lebih enteng di lutut daripada kelom. Dan itu penting, karena beban pada persendian lutut merupakan faktor kunci terjadinya osteoarthritis. Demikian penemuan oleh Pusat Kesehatan Universitas Rush, Chicago, Amerika Serikat, yang diterbitkan di jurnal Arthritis Care Research.

"Biasanya, alas kaki direkayasa untuk memberikan dukungan dan kenyamanan maksimal untuk kaki, dengan sedikit perhatian yang dicurahkan kepada efek biomekanis pada seluruh kaki," kata Dr Najia Shakoor, penulis utama studi ini. "Tetapi sepatu yang kita pakai memiliki dampak substansial membebani sendi lutut, terutama ketika kita berjalan."

"Studi kami menunjukkan bahwa alas kaki yang rata dan luwes secara signifikan mengurangi beban pada sendi lutut dibandingkan dengan sepatu yang stabil dengan sol kurang fleksibel."

Osteoarthritis adalah bentuk paling umum dari artritis dan penyebab terjadinya cacat yang signifikan dan mengganggu kualitas hidup. Merasakan beban pada lutut yang lebih berat di atas normal selama berjalan merupakan ciri penyakit ini.

Shakoor dan rekan-rekannya menganalisis gaya berjalan dari 31 pasien dengan gejala osteoartritis saat mereka berjalan tanpa alas kaki dan memakai sepatu terkenal dengan empat jenis. Jenis yang pertama: sandal Dansko, yang sering dipakai oleh profesional kesehatan. Kedua, sepatu stabil Brooks Addiction, yang diresepkan untuk kenyamanan kaki; dan sepatu Puma H-Street, sepatu atletik yang datar dengan sol yang fleksibel; serta sandal jepit.

Beban pada sendi lutut berbeda secara signifikan tergantung pada alas kaki. Untuk sepatu sandal bakiak dan sepatu yang stabil, beban pada sendi lutut naik sampai 15 persen lebih besar dibandingkan dengan sepatu datar, sandal jepit, atau berjalan tanpa alas kaki.

Menurut Shakoor, beberapa aspek alas kaki mempengaruhi beban persendian.

"Tumit tinggi adalah salah satu faktor, dan mungkin menjelaskan mengapa sepatu yang stabil dan sandal bakiak dalam penelitian kami, yang keduanya memiliki tumit tinggi, beban pada lutut yang dihasilkan lebih besar," kata Shakoor.

"Kekakuan juga merupakan faktor. Kami telah menunjukkan pada studi sebelumnya bahwa berjalan tanpa alas kaki, beban lutut lebih rendah daripada berjalan dengan alas kaki konvensional. Gerakan fleksibel kaki telanjang secara mekanik menguntungkan," kata Shakoor.

Menurut Shakoor, sandal jepit dan sepatu yang datar, fleksibel, dan ringan sepertinya meniru cara berjalan dengan kaki telanjang.

Shakoor juga memperingatkan, bagaimanapun, bahwa beban lutut bukan satu-satunya pertimbangan dalam memberikan rekomendasi klinis.

"Untuk orang tua dan individu yang lemah, sandal jepit bisa menyebabkan jatuh karena desainnya longgar. Faktor-faktor seperti ini harus diperhitungkan," kata Shakoor.

Ngarto Februana

Sumber: ScienceDaily (tempointeraktif.com)