Aktif Berjalan Kaki Dapat Memperpanjang Umur

22 Mei 2013 Artikel Kesehatan


Sebagian besar orang di Indonesia sudah enggan berjalan kaki apalagi dalam waktu yang lama. Sepeda motor dan mobil laris bak kacang goreng di negeri kita ini, bahkan kalau tidak punya uang beli mobil masih ada becak, ojek, angkot, dan masih banyak kendaraan umum lainnya. Berjalan kaki sepertinya hanya aktivitas sepele. Namun jika dilakukan secara teratur dengan porsi waktu yang cukup akan memberikan dampak yang luar biasa besar. Jalan kaki tidak hanya membuat badan sehat, tetapi juga bisa membuat panjang umur.

Sebuah survei yang melibatkan 2.000 orang digelar oleh The Ramblers di Inggris untuk mengetahui intensitas jalan kaki para responden. The Ramblers menyebutkan, seperempat responden berjalan kaki kurang dari 9 menit sehari, atau kurang dari 1 jam dalam seminggu. Sebanyak 93 persen responden sepakat bahwa jalan kaki adalah olahraga ringan yang memberikan manfaat kesehatan. Namun, 43 persen dari jumlah tersebut hanya berjalan kaki selama 2 jam bahkan kurang dalam seminggu.

Benedict Southworth, Chief Executive The Ramblers mengatakan, berjalan adalah salah satu cara yang paling sederhana untuk mengatasi pandemi ketidak aktifan seseorang.Bahkan seorang dokter olahraga, William Bird, mengungkapkan, generasi muda berisiko meninggal lebih cepat ketimbang orang tuanya jika malas bergerak, seperti jarang jalan kaki. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan untuk berjalan kaki minimal 3 jam seminggu.

Berjalan-jalan empat kali sepekan dapat mengurangi resiko kematian dini pada manula hingga 40%. Masing-masing kegiatan jalan-jalan itu cukup dilakukan selama 15 menit diudara terbuka. Peneliti di Italia menemukan mereka yang berjalan selam 15 menit memiliki kesempatan berumur panjang. Para pensiunan yang berjalan-jalan memiliki usia lebih panjang 40% daripada mereka yang tidak melakukannya.

Penelitian itu dilakukan selama 10 tahun. Para ahli medis memonitor 200 orang dipanti jompo. Usia mereka rata-rata sekitar 80 tahun dan semua aspek kesehatan seperti gaya hidup, kesehatan, hingga kebiasaan mereka dicatat. Kondisi kesehatan yang diukur tersebut termasuk kondisi mental, diet, berat badan, kebiasaan merokok dan minum kopi, serta tingkat depresi. Para peneliti juga memeriksa apakah mereka memiliki kanker atau penyakit lain.

Sekitar 80% dari peneliti adalah mereka yang aktif diorganisasi kesehatan berbasis di Roma. Selama satu dekade, dua dari tiga orang yang diteliti meninggal. Para peneliti pun melihat perbedaan dari mereka yang meninggal dan yang masih hidup. Usia harapan hidup mereka yang berjalan di udara terbuka empat kali dalam sepekan selama setidaknya 15 menit itu lebih tinggi dibandingkan mereka yang berjalan kurang dari empat kali sepekan. Jalan kaki dapat memberikan manfaat kesehatan seperti, mencegah serangan jantung, kanker, diabetes, hingga kematian dini.

Jadi jangan abaikan jalan kaki kalau sayang dengan kesehatan tubuh. Karena semakin aktif tubuh bergerak, maka akan semakin sehat pula metabolisme di dalamnya. Dengan segala keuntungan berjalan kaki yang disebutkan di atas, tubuhmu akan bertambah sehat dan dapat mengerjakan aktivitas secara optimal. Mari biasakan berjalan kaki.

(Dikutip dari berbagai sumber)