Ajari Merawat Gigi Anak

15 September 2009 Artikel Kesehatan


Mulai perawatan sejak dini. Berdasarkan anjuran American Academy of Pediatrics dan the American Academy of Pediatric Dentistry, anak Anda sebaiknya sudah diperiksakan ke dokter gigi saat memasuki usia satu tahun.
Pencegahan dini ini, menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention, akan menghemat pengeluaran uang dalam jangka panjang. Laporan dari lembaga ini menyebutkan, biaya perawatan gigi selama kisaran waktu 5 tahun sebanyak 40 lebih rendah pada anak yang telah melakukan pemeriksaan di usia 1 tahun dibandingkan mereka yang tidak.

Ajarkan kebiasaan menggosok gigi dan flossing. Selain memeriksakan dini, menggosok gigi sejak usia awal juga merupakan hal yang sangat penting. Kapan harus mulai menggosok gigi anak? "Jika bayi Anda sudah mempunyai satu gigi saja, sudah saatnya mulai menggosok gigi," tutur Largent, seperti dikutip situs webmd. Jika hanya satu, Anda bisa menggunakan kain kasa.

Kebiasaan menyikat, terang Largent, sudah bisa dimulai bahkan saat anak belum memiliki gigi. Anda bisa menggosok gusi anak secara lembut dengan menggunakan air dan sikat gigi bayi yang halus, atau membersihkan gusi dengan kain kasa yang dibasahi.

Saat menggosok gigi ini, jangan lupa pula untuk membersihkan permukaan lidah. Tempat ini juga merupakan tempat bersarangnya kuman karena tumbukan lemak-lemak susu yang menebal. Percuma jika gigi bersih namun lidah tetap kotor. Kuman yang ada di lidah juga bisa mempengaruhi kerusakan gigi.

Bagimana dengan flossing? Menurut Largent, flossing sudah bisa dimulai saat bayi sudah memiliki dua gigi yang saling berdampingan."Berkonsultasilah dengan dokter mengenai teknik flossing dan jadwal yang tepat.

Selain itu, berkonsultasilah dengan dokter mengenai kapan anak bisa mulai menggunakan mouthwash."Saya menyarankan orangtua menunggu hingga anak sudah bisa memuntahkan kembali mouthwash," terang Mary Hayes, seorang dokter gigi dari Chicago.

Kapan anak seharusnya mulai bisa bertanggung jawab menggosok giginya sendiri? Idealnya, saat anak sudah mulai bisa mandi sendiri dan belajar bertanggung jawab pada kebersihan tubuhnya. Selama proses mandi sendiri, lengkap dengan sikat gigi, Anda sebaiknya tetap mengawasi tingkat kebersihannya. Beritahu mana yang masih kurang bersih dan mana yang perlu diperhatikan, sebab kebiasaan ini nantinya akan terbawa hingga dewasa.

Hindari kerusakan gigi akibat botol susu. Jangan pernah biarkan bayi Anda tertidur dengan botol susu, formula atau jus yang masih menempel di bibir. Hal ini, menurut Largent, bisa merusak gigi anak. Cairan bergula dari botol akan menempel di gigi, menyediakan makanan bagi bakteri sehingga tetap bisa bertahan di mulut. Bakteri ini akan menghasilkan asam yang bisa memicu kerusakan gigi. Jika dibiarkan tanpa perawatan, penyakit gigi juga bisa mengganggu proses pertumbuhan dan pembelajaran anak, serta bisa mengganggu kemampuan bicara.

Berdasarkan panduan American Academy of Pediatrics, jika anak hanya mau tidur dengan botol di mulut, pastikan botol tersebut hanya berisi air putih.

Kontrol kebiasaan minum jus. Bukan hanya botol susu yang mengganggu kesehatan gigi anak tetapi juga jus dalam gelas yang biasa digunakan orangtua saat anak mulai mengalami peralihan dari botol ke gelas. Anak-anak, terang Largent, seringkali dibiarkan minum jus dan minuman bergula lainnya sepanjang hari. Hal ini bisa merusak bagian belakang gigi depan."Khususnya jika minuman tersebut bergula."

Menurut American Academy of Pediatrics, konsumsi jus berkaitan dengan obesitas pada anak dan penyebab kerusakan gigi. Sebagai langkah pencegahan, organisasi ini menganjurkan orangtua agar membatasi asupan jus buah tidak lebih dari 4 ons sehari. Minuman dan makanan bergula sebaiknya dibatasi hanya pada saat makan saja. (OL-08)

sumber: www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat