Ajak Anak Konsumsi Makanan yang Sehat dengan Cara Ini...

11 Maret 2013 Artikel Kesehatan


Tumbuh kembang pada anak juga bergantung pada makanan yang dikonsumsinya sehari-hari. Kita sebagai orang tua juga menginginkan pertumbuhan anak yang sehat dan kuat fisiknya dengan memberi makanan -makanan yang bergizi seperti sayuran, daging, buah serta susu. Namun anda juga harus memperhatikan pemberian makanan kepada anak.

Anak-anak,khususnya yang berumur antara 5-12 tahun sudah bisa mengembangkan pilihannya masing-masing secara alami berdasarkan makanan yang mereka nikmati. Jadi, tantangannya adalah membuat makanan sehat ini menjadi lebih menarik. Tentunya tidak mudah membuat anak Anda memilih buah daripada kue coklat kering.

Pola makan sehat untuk anak bermanfaat untuk menyeimbangkan tingkat energi, mengasah pola pikir bahkan suasana hati anak Anda. Saat televisi berlomba-lomba menayangkan bermacam-macam makanan instan, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebagai orangtua agar anak Anda tetap memilih makanan sehat.

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Dorongan anak untuk meniru sangat kuat, sehingga penting bagi Anda bertindak sebagai panutan bagi anak-anak Anda. Tak ada gunanya meminta anak Anda untuk makan buah dan sayuran saat Anda sendiri lebih suka makan makanan cepat saji dan minum soda.

Untuk itu kebiasaan anak supaya mengonsumsi makanan yang sehat bergantung pada lingkungan sekitarnya yaitu keluarga dengan mengajarkan mereka seperti berikut ini:

1. Lebih sering masak dan menyajikan makanan dirumah.
Makanan yang dimasak di rumah lebih sehat bagi seluruh keluarga dan memberikan contoh yang bagus untuk anak-anak tentang pentingnya makanan sehat. Makanan restoran cenderung memiliki lebih banyak lemak, gula, dan garam. Simpan acara makan di luar untuk acara-acara khusus.

2. Buat berbagai camilan sehat dengan gizi seimbang.
Gunakan banyak buah, sayuran, makanan ringan gandum, dan minuman sehat (air, susu, jus buah murni) dan permudah akses sehingga anak-anak terbiasa meraih camilan sehat bukan makanan ringan kalori kosong seperti soda, keripik, atau kue kering

3. Tentukan acara makan bersama.
Menyadari bahwa makan malam disajikan pada jam yang sama setiap malam dan dinikmati oleh seluruh anggota keluarga akan memberikan kenyamanan dan meningkatkan napsu makan. Sarapan merupakan waktu yang tepat untuk acara makan bersama keluarga, terutama karena anak-anak yang makan sarapan cenderung lebih berprestasi di sekolah.

4. Libatkan anak-anak dalam menyiapkan makanan sehat.
Anak-anak menikmati membantu orang dewasa, dalam hal ini berbelanja bahan makanan, memilih apa yang akan mereka makan dan menyiapkan makan malam. Ini juga merupakan kesempatan bagi Anda untuk mengajarkan mereka tentang nilai-nilai gizi dari makanan yang berbeda, dan cara membaca label makanan bagi anak-anak yang lebit tua.

5. Membatasi ukuran porsi makanan Anak.
Hindari sikap yang memaksakan anak untuk makan makanan yang banyak. Sebagian orangtua beranggapan dengan makan yang banyak akan membuat anak cepat tumbuh besar dalam tumbuh kembangnya. Padahal hal ini keliru karena akan menumpulkan sikap disiplin pada anak ketika makanannya tidak habis ketika ia makan. Untuk itu, berilah porsi makan yang cukup agar si Anak belajar bertanggung jawab terhadap makanan yang dipilih.

(Dikutip dari berbagai sumber)