7 Kegemukan Karena Kebiasaan Hidup

19 Juli 2012 Artikel Kesehatan


Gemuk merupakan mimpi buruk bagi setiap orang karena semua orang ingin mendapatkan tubuh yang proporsional dan ideal terutama kaum hawa karena ingin terlihat ideal dimata lelaki. Terkadang gemuk itu diidentikan dengan makanan. Namun menurut para ahli di dunia, kebiasaan hidup yang kurang baik yang berpotensi besar menyebabkan orang mengalami kegemukan. Berikut adalah kebiasaan - kebiasaan yang membuat kegemukan:

1. Menyalakan Air Conditioner (AC)

Saat tinggal terus menerus di suhu yang nyaman, tubuh tidak perlu bekerja untuk mendinginkan atau menghangatkan tubuh. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di International Journal of Obesity, daerah selatan Amerika Serikat memiliki populasi obesitas yang paling tinggi di antara negara bagian Amerika lainnya. Diketahui, rata-rata rumah di sana menggunakan AC. Setiap tahunnya, permintaan akan AC rumah meningkat dari 37% hingga 79% tiap tahunnya.

2. Kurang Tidur

Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Archives of Disease in Childhood, saat seseorang tidak cukup istirahat, bisa memengaruhi pembentukan glukosa yang berujung pada munculnya penyakit diabetes. Kurang tidur bisa menambah rasa lapar. Selain itu juga membuat tubuh merasa lelah sepanjang hari sehingga anda merasa tubuh "malas" beraktivitas . Kurangnya olahraga dan ketidakaktifan fisik bisa memicu berat badan naik lebih cepat berbeda dengan orang yang tidurnya cukup karena dengan bangun lebih awal, orang pasti akan melakukan aktivitas yang membuat tubuh bergerak.

3. Menyalakan Lampu Saat Tidur

Kebiasaan menyalakan lampu saat tidur bisa menambah beberapa centi lingkar pinggang Anda. Tidur dengan lampu kamar tetap menyala akan membuat Anda ingin melakukan suatu aktivitas. Ada beberapa faktor yang terjadi bila lampu menyala saat anda tidur yaitu ketika lampu menyala anda akan membaca buku yang dapat mengurangi jam tidur yang membuat anda bangun kesiangan dan pada saat anda tidur, tubuh anda sedang bekerja yang dapat menguras tenaga. Akibatnya , tubuh menjadi lapar. Terangnya lampu membuat anda terbangun di malam hari. Dan saat itu juga anda akan mencari makanan yang ada di dapur.

4. Polusi

Menurut hasil studi yang dilansir Critical Reviews in Food Science and Nutrition, polusi bisa memengaruhi metabolisme tubuh. Zat-zat berbahaya seperti endocrine (zat kimia yang terdapat pada plastik) dan sisa pembakaran sampah yang ditemukan dalam tubuh manusia, sering dihubungkan dengan obesitas. Begitu juga dengan zat yang terdapat dalam pestisida. Zat-zat ini mengganggu sistem kinerja tubuh dan menghambat metabolisme.

5. Kumpul Bersama Teman yang Suka Makan

Para peneliti dari Duke University menemukan bahwa pola makan seseorang dipengaruhi oleh suatu kelompok atau teman-temannya. Bila kita berkumpul dengan kelompok teman yang suka makanan berlemak atau manis, secara tidak sadar kita akan mengikuti cara makan mereka. Mungkin bagi yang badannya kecil, makan banyak bukanlah masalah. Tapi untuk yang mudah gemuk, mengikuti pola makan temannya yang kurus dan rakus akan membuat berat badannya bertambah dengan cepat.

6. Duduk terlalu lama

Mungkin ini berita buruk bagi pekerja kantor yang biasa duduk sepanjang waktu saat bekerja terutama wanita. Para ilmuwan telah mengungkapkan bahwa duduk untuk jangka waktu yang lama benar-benar memberikan peluang bagian belakang dan bawah tubuh menjadi lebih besar.

Peneliti menemukan bahwa tekanan yang dibebankan pada area tubuh yang digunakan untuk duduk atau berbaring memproduksi hingga 50 persen lemak lebih banyak pada bagian-bagian yang terisolasi.Apalagi dikombinasikan dengan diet yang kuarng sehat dan tubuh kurang gerak.

Studi ini menjelaskan untuk pertama kalinya menggambarkan bahhkan mereka dengan diet sehat dan kebiasaan berolahraga akan terpengaruh jika mereka menghabiskan waktu yang lama untuk duduk di belakang meja.

Seorang ilmuwan dari Israel, Profesor Amit Gefen, dari Tel Aviv University, mengatakan dari penelitian dapat disimpulkan obesitas adalah lebih dari sekedar ketidakseimbangan kalori dari tubuh.

Bila ingin berat tubuh seimbang, tak hanya asupan kalori yang diperhatikan, tapi juga tubuh harus banyak bergerak.

7. Mengkonsumsi makanan terlalu cepat

Pada saat kita makan, hormon ghrelin lah yang memberi sinyal kapan kita merasa lapar dan merasa kenyang. Ketika anda selesai makan, hormon ghrelin membutuhkan waktu minimal 20 menit untuk menyampaikan pesan jika perut sudah penuh. Akan tetapi ketika anda mengonsumsi makanan terlalu cepat, hormon tersebut terhambat memberikan pesan atau sinyal kepada otak karena otak terfokus pada cara makan yang cepat yang mengakibatkan kegemukan. Selain itu dampak makan terlalu cepat dapat menyebabkan perut kembung karena banyak udara yang tertelan membuat perut tidak nyaman.

Demikianlah beberapa kebiasaan hidup yang kurang baik yang dapat menyebabkan kegemukan yang terjadi kepada siapa saja. Selain mengurangi konsumsi makan yang berlebih, anda juga harus bisa mengatur dan mengubah kebiasaan hidup agar tidak berdampak pada kesehatan anda.

(Dikutip dari berbagai sumber)