6 Resiko Penyakit yang Disebabkan Kurang Tidur

10 Desember 2013 Artikel Kesehatan


Ketika jatuh sakit, kebanyakan orang lebih memilih meminta obat ke dokter atau membelinya sendiri di apotek. Padahal 'obat' untuk penyakit fisik belum tentu yang seperti itu. Bisa jadi obatnya hanyalah tidur.

Untuk itu, dikatakan tidur juga dapat menjadi pereda sejumlah masalah kesehatan, yang di akibatkan dari insomia. Banyak orang yang meremehkan dampak negatif kondisi fisik dan metal yang diakibatkan karena sulit tidur atau insomia. Tak percaya ? Ini dia tujuh gangguan kesehatan yang bisa diobati dengan tidur:

1. Penambahan berat badan

Pada tubuh orang yang tidurnya berkualitas takkan menimbun kalori berlebihan untuk menambah energinya. Hal ini dipastikan sebuah studi yang mengatakan bahwa anak-anak yang jam tidurnya memadai mengonsumsi lebih sedikit kalori. Begitu pula orang dewasa yang tidurnya cukup, mereka cenderung memilih porsi makanan yang lebih kecil daripada rekan-rekannya yang kurang tidur.

Orang yang tidurnya cukup juga lebih bijak dalam memilih makanan. Dari sebuah studi ditemukan orang yang kurang tidur cenderung banyak mengonsumsi camilan berkalori tinggi dan junk food ketimbang ketika mereka tidur cukup.

Tak hanya itu, orang yang tidur dan bangun di jam yang sama setiap harinya juga dilaporkan memiliki jumlah lemak tubuh yang lebih rendah. Kesemua studi ini menunjukkan kuatnya hubungan antara pola tidur dan hormon yang mengatur rasa lapar.

2.Risiko diabetes

Kurang tidur menyebabkan seseorang cenderung mudah lapar dan gemar mengonsumsi makanan sarat gula maupun lemak, dan hal ini memicu masalah lain yaitu risiko diabetes tipe 2 pada orang yang bersangkutan.

Sebuah studi di tahun 2012 menemukan kurang tidur mengganggu respons sel lemak terhadap insulin. Tak heran setelah empat malam berturut-turut mengalami kurang tidur, sensitivitas insulin partisipan menurun hingga 16 persen dan sensitivitas sel lemak mereka juga drop sebanyak 30 persen. Hal ini menyebabkan partisipan rentan obesitas atau diabetes.

Untuk itu, mendapatkan jam tidur yang memadai dikatakan dapat membantu menunda 'proses penuaan metabolisme' semacam ini.

3. Ingatan menurun

Memotong jam tidur sama halnya membatasi waktu yang dibutuhkan seseorang untuk memperoleh fase terpenting dalam tidur yaitu Rapid Eye Movement (REM). Kabar buruknya, fase inilah yang paling dekat pengaruhnya terhadap peningkatan proses pembelajaran dan daya ingat. Jadi orang yang kurang tidur tentu mudah lupa.

4. Sering pilek

Daripada menambah asupan vitamin C (yang justru tidak berpengaruh apapun), lebih baik cukupkan jam tidur Anda untuk mencegah pilek. Menurut sebuah studi yang dilakukan tahun 2009, orang yang tidur hingga 8 jam lebih berpeluang tiga kali lebih kecil untuk terkena flu dibandingkan orang yang tidur kurang dari 7 jam tiap malam.

5. Risiko stroke

Riset yang dilakukan di tahun 2012 menemukan orang yang rutin tidur kurang dari enam jam semalam berisiko terkena gejala stroke empat kali lebih besar daripada orang yang tidur lebih lama. Bahkan ini tetap berlaku bagi orang-orang yang tidak kelebihan berat badan atau tidak punya riwayat stroke sekalipun.

6. Risiko kanker

Meski hubungan antara pola tidur dengan kanker cukup rumit, namun ternyata kurang tidur dapat mengakibatkan munculnya risiko penyakit kronis ini. Salah satu buktinya diperlihatkan sebuah studi di tahun 2010 dimana pada orang-orang yang didiagnosis dengan kanker kolorektal (usus besar dan rektum), mereka rata-rata tidur kurang dari enam jam setiap malamnya.

Studi lain yang dilakukan pada tahun 2012 juga menemukan wanita pengidap kanker payudara yang tidur kurang dari enam jam setiap malam cenderung berisiko kambuh dengan kanker yang lebih agresif.

Oleh: Iman S
(Dikutip dari berbagai sumber)