13 Gejala Pengidap Anoreksia Nervosa

4 Maret 2011 Artikel Kesehatan


JAKARTA - Ingin bertubuh semampai tak ada salahnya. Tapi terobsesi dengan tubuh langsing dengan berbagai upaya menghindari makanan sama sekali justru bukan cara yang sehat. Anoreksia nervosa adalah salah satu bentuk kelainan pola makan yang berkaitan dengan obsesi untuk memiliki tubuh kurus tanpa terkendali. Berikut beberapa gejalanya:

1. Tetap menjalani diet ketat meski sudah sangat kurus. Termasuk hanya makan makanan yang rendah kalori dan berpantang makanan normal seperti karbohidrat dan lemak serta menyebutnya sebagai makanan "jahat"

2. Terobsesi dengan hitungan kalori, gram lemak, dan kandungan nutrisi tiap makanan. Terlalu rajin membaca label makanan di kemasannya, menghitung dan mengukur porsi makan, secara ketat memiliki diari makanan dan fanatik pada buku-buku diet.

3. Selalu berbohong soal makanan atau berpura-pura sudah makan. Saat menghadapi makanan lebih suka menyembunyikan, bermain-main dengan makanan, membuang atau apapun selama bisa menghindari makanan. Membuat berbagai alasan untuk menghindari waktu makan, seperti mengatakan sudah makan siang terlalu banyak, atau sakit perut untuk menghindari makan malam.

4. Terus menerus berpikir seputar soal makanan. Suka memasak banyak untuk orang lain, mengumpulkan resep, membaca banyak buku kuliner, dan membuat rencana makanan walau hanya makan sangat sedikit.

5. Punya kebiasaan makan yang sangat aneh. Mulai dari enggan makan didepan publik, makan dengan ritual yang sangat ketat seperti memotong dan mengunyah makanan tepat dalam jumlah tertentu, meludahkan makanan yang sudah dikunyah, atau hanya makan dengan piring tertentu.

6. Mengalami penurunan berat badan yang dramatis dalam waktu yang sangat singkat tanpa penyebab medis.

7. Selalu merasa gemuk, meski sebenarnya sangat kekurangan berat badan. Ini terjadi baik merasa gemuk diseluruh tubuh atau hanya merasakannya di beberapa bagian tubuh seperti di perut, pinggul atau paha.

8. Memiliki citra diri yang sangat buruk tentang tubuhnya. baik ukuran, bentuknya atau ukuran baju. Terlalu sering menimbang berat badan, dan selalu meributkan kenaikan kecil pada berat badan.

9. Suka mengkritik keras penampilan diri sendiri. Berlama-lama di depan cermin untuk mencari cacat pada penampilannya. Pengidap anoreksia biasanya selalu bisa menemukan sesuatu yang bisa dikritik.

10. Selalu menyangkal bahwa tubuhnya terlalu kurus. Biasanya dengan melakukan hal-hal aneh untuk menutupi berat badan yang sangat kurang dengan minum sangat banyak sebelum menimbang badan atau mengenakan pakaian yang jauh lebih besar dari ukurannya.

11. Mengkonsumsi pil diet secara obsesif, pencahar atau diuretik yang mendorong pengeluaran air seni, penggunakan herbal diet, dan berbagai obat-obatan untuk menurunkan berat badan lain.

12. Muntah setelah makan. Selalu meninggalkan meja makan setelah makan dan memuntahkan yang sudah dimakan di kamar mandi. Menyalakan kran air besar-besar untuk menyamarkan bunyi muntahan dan kembali ke meja makan dengan harum mint atau obat kumur untuk menyamarkan bau muntah.

13. Berolah raga berlebihan atau berolahraga sebagai bentuk hukuman pada diri sendiri karena merasa telah makan "makanan buruk" atau banyak kalori. Olah raga tetap dilakukan meski sedang mengalami cedera, sakit atau cuaca sedang buruk.

Sumber: tempointeraktif.com