Zat Besi Bikin Tumbuh Kembang Balita Makin OK

10 September 2009 Berita Pendidikan


Kekurangan zat besi atau anemia akan menyebabkan pasokan oksigen ke seluruh tubuh kurang dan metabolisme tubuh terhambat. Anak pun akan menjadi lesu, lemah, letih, lelah, dan lalai. Karena itulah zat besi harus ada dalam menu makanan anak.

Anemia, akan berdampak pada terhambatnya pertumbuhan fisik, daya tahan tubuh rendah, serta kemampuan belajar anak menjadi kurang. Bagi anak berusia di bawah lima tahun, anemia bisa menyebabkan IQ (intelligence quotient) nya menjadi rendah.

Kebutuhan zat besi pada anak berbeda-beda tergantung pada usianya. Berikut adalah kebutuhan sesuai tahapan perkembangan si kecil:

a. Bayi yang mendapat ASI biasanya mendapat cukup zat besi dari ibunya sampai usia 4-6 tahun. Namun, bila bayi tidak mendapat ASI, disarankan untuk mencari susu formula yang diperkaya dengan zat besi.

b. Bayi berusia 7-12 bulan butuh 11 miligram zat besi setiap harinya. Bayi berusia kurang dari 1 tahun sebaiknya diberi makanan atau susu formula yang disuplementasi dengan zat besi.

c. Anak berusia 1-12 tahun memerlukan 7-10 miligram zat besi setiap hari.

d. Anak remaja pria butuh 11 miligram zat besi, sedangkan remaja putri butuh 15 miligram zat besi setiap hari. Kebutuhan anak remaja memang lebih tinggi karena pertumbuhan tubuh mereka sangat pesat. Selain itu, gadis remaja butuh zat besi lebih banyak untuk mengganti zat besi yang hilang setiap bulannya karena menstruasi.

e. Atlet cilik yang punya jadwal latihan rutin cenderung kehilangan zat besi lebih banyak, karena itu mereka membutuhkan pengganti zat besi lewat makanan sehari-hari.

sumber: KOMPAS.com