Berita Pendidikan
28 Maret 2011

Yogyakarta Menjadi Pelopor E-Learning

YOGYAKARTA - Yogyakarta dijadikan pelopor program pendidikan berbasis e-learning. Dalam kurun waktu tahun 2011, komputer online sebagai fasilitas laboratorium dan pendukung belajar di sekolah dipasang di 240 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dan 150 sekolah lainnya pada tahun 2012.

Program e-learning secara resmi diresmikan Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring di Bantul. Pada kesempatan tersebut, Tifatul Sembiring mengumumkan Yogyakarta sebagai percontohan e-learning gateway.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari program one school one lab fasilitas internet data center (IDC) dan pembelajaran digital yang berbasis e-learning. Dalam program pendidikan berbasis e-learning, setiap sekolah didukung 21 fasilitas computer plus online internet dalam laboratorium.

Program demikian sebagai pembuka dilaksanakan serempak di 150 sekolah di Yogyakarta terutama di luar Kota Yogyakarta. Setiap sekolah yang memiliki fasilitas e-learning bisa saling komunikasi melalui teleconfrenec, catting,dll, seperti dipraktikkan teleconference antara para siswa di Bantul dengan para siswa SMP dari Kecamatan Patuk, Gunungkidul .

Pelaksanaan e-learning education melibatkan lintas instansi. Tifatul Sembiring menyebut minimal tiga instansi menjadi pelopornya yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Target dari program e-learning menciptakan proses belajar tanpa henti, tanpa dibatasi waktu dan ruang secara formal. Internet menjadi sarana untuk melepas sekat waktu dan tempat para siswa dengan proses belajar di luar jam belajar resmi di sekolah.

Menurut dia program demikian bisa terlaksana karena pemerintah telah memiliki jaringan backbone Palapa Optik. Palapa Optik dijadikans arana program Indonesia Connected 27 provinsi.

Adapun dana e-learning dari Jepang. Menurut Perwakilan JICA (Japan International Cooperation Agency) Kohara, dananya dari sector blockgrant senilai Rp 315 miliar. Dana digunakan untuk pengadaan perangkat keras, dan training for trainers sebanyak sepuluh guru untuk menguasai konten e-learning dari Jepang ke versi Indonesia.

Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan e-learning akan mempercepat Yogyakarta menuju cyber province, selain meningkatkan kualita belajar siswa.

Sumber: pikiran-rakyat.com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris