Warga Mengeluh, Distribusi KIP Belum Merata

12 November 2015 Berita Pendidikan


Pemerintah menjanjikan agar seluruh siswa yang tidak mampu menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). Kartu ini ditujukan untuk membantu para siswa membeli kebutuhan sekolah seperti buku dan alat tulis. Namun masih banyak warga yang mengeluh karena pembagian yang tidak merata.

Seperti di daerah Tasikmalaya, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS Mohamad Sohibul Iman mendapat keluhan dari masyarakat terkait program KIP. Sohibul menyayangkan bahwa pembagian KIP masih jauh dari harapan.

"Kita lihat ini belum berjalan efektif. Dari seluruh masyarakat yang hadir, hanya satu orang yang mengaku mendapatkan Kartu Indonesia Pintar. Padahal banyak yang tidak mampu," papar Sohibul Iman.

Ia mengatakan, dari 17 juta kartu, saat ini baru 9,5 juta yang dibagikan. Jumlah tersebut tentu masih jauh dari yang telah dijanjikan.

"Padahal satu keluarga rata-rata punya 1-2 anak yang sekolah. Saya meragukan KIP yang sudah terbagikan itu sampai 9,5 juta. Atau entah kemana itu larinya KIP? Di Kabupaten Tasik dan Garut juga begitu. Kalau faktanya demikian, bagaimana kami bisa percaya?" tukasnya.

Selain KIP, ada juga yang mengeluh tentang bantuan siswa miskin. Sohibul mengatakan ada warga yang dulunya mendapatkan program bantuan siswa miskin, tapi sekarang tidak lagi.

"Akhirnya Kepala sekolah jadi korban, karena seringkali disalahkan. Selain itu masih banyak yang belum tahu bagaimana mendapatkan Kartu Indonesia Pintar ini," terangnya.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)