Wapres: Pendidikan Jangan Mengabaikan Pembentukan Sikap Siswa

6 Maret 2014 Berita Pendidikan


Pendidikan tak hanya mengejar kemampuan secara akademis ataupun keterampilan. Tetapi, yang juga harus diperhatikan adalah pembentukan sikap. Hal itulah yang ditekankan Wakil Presiden, Boediono saat membuka rembug nasional pendidikan dan kebudayaan tahun 2014. Menurutnya, saat ini pembentukan sikap anak-anak Indonesia sering diabaikan.

Pahahal, pembentukan sikap ikut berperan untuk menciptakan manusia yang lebih baik dan berkualitas di masa depan. "Landasan dasar manusia utuh yang dibekali dengan berbagai kemampuan, tidak hanya keterampilan, pengetahuan, tapi juga sikap atau nilai-nilai. Ini yang paling sulit," katanya.

Ia mengatakan saat ini kebanyakan ukuran kemampuan seseorang dilihat hanya dari nilai-nilai akademis atau keterampilan yang dimiliki. Keduanya memang mudah dilihat secara langsung sehingga lebih mudah dijadikan parameter. Celakanya, pembentukan sikap yang seharusnya selaras dengan nilai akademis dan keterampilan tidak terlalu diperhatikan.

"Pembentukan sikap sulit diukur sehingga sering diabaikan. Itu salah besar. Kemampuan akademik dan keterampilan yang luar biasa, tetapi sikapnya tidak maka itu bukan manusia yang utuh," katanya. Karena itu, lanjutnya, ia berharap dengan kurikulum 2013 bisa menjadi langkah awal untuk bisa membentuk manusia secara utuh, pintar secara akademik, keterampilan, dan sikap.

Menurutnya, menyiapkan generasi mendatang tidak bisa sekali jadi, tetapi harus dalam proses panjang. Langkah awal dianggapnya sangat menentukan. "Kalau langkah awal kita salah, langkah akhir juga bisa salah. Kalau terlambat, kita akan kehilangan waktu yang cukup panjang. Pembaruan kurikulum ini diperlukan sekali. Sekarang pertanyaannya: pelaksanaannya bagaimana?" katanya.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari Republika.co.id)