Berita Pendidikan
11 November 2009

Wali Murid SDN Kertajaya Dipungli

Praktik dugan punggutan liar (pungli) di sekolah kembali marak. Kali ini, SDN Kertajaya Surabaya diduga melakukan tarikan untuk biaya pengayaan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN).

Para wali murid di SDN Kertajaya mulai mengeluh dengan tarikan yang dipakai untuk biaya pengayaan UASBN. Awalnya, siswa dan wali murid memang dibebaskan dari berbagai tarikan di sekolah, karena sudah ditanggung bantuan operasional pendidikan daerah (bopda).

Sekolah kemudian mengadakan rapat dengan wali murid yang membahas tentang biaya untuk pengayaan UASBN. Para guru meminta biaya tambahan yang dipergunakan untuk kopi dan teh pada guru di sekolah, ujar salah satu wali murid kelas VI SDN Kertajaya, kemarin.

Karena desakan dari sekolah yang meminta uang tambahan, para wali murid akhirnya memberikan uang sebesar Rp 50-100 ribu tiap bulan pada sekolah. Setelah dua bulan berlangsung, pihak sekolah mulai menunjukkan sikap curang dengan tidak memberi bukti pembayaran uang tersebut tiap bulannya. Anak saya sudah sering kali meminta kwitansi bukti pembayaran itu, tapi para gurunya malah tidak mau memberikan bukti itu, ungkapnya.

Ironisnya lagi, bagi siswa yang tidak menyetor dana itu pada sekolah, maka siswa yang bersangkutan langsung kena damprat dari guru kelas. Kebetulan tiap bulannya guru kelas yang menghimpun dan menarik dana itu. Siswa yang tidak menyetorkan uang langsung dimarahi habis-habisan, sambungnya.
Kecurangan yang dilakukan pihak sekolah akhirnya mulai terlihat ketika 5 November 2009 mengeluarkan surat edaran nomor 421/405/436.4.9.6.22/09, tentang tidak adanya sumbangan sama sekali dan pembebasan biaya pendidikan di SDN Kertajaya. Berarti sumbangan yang kami berikan itu tidak dianggap oleh sekolah. Mereka (kasek dan guru) memilih posisi aman ketika diperiksa. Padahal kami sudah membayar semua sumbangan itu, tegasnya.

Sementara, ketika dikonfirmasi Kepala SDN Kertajaya Mohammad Naim, membantah adanya pungli di sekolah yang dipimpinnya. Pihaknya mengaku tidak pernah menarik biaya pada wali murid untuk pengayaan UASBN.
Kalaupun ada biaya yang dimasukkan ke sekolah, semua itu murni sumbangan yang diberikan para wali murid. Jadi tidak ada tarikan untuk biaya pendidikan. Kalau wali murid mau bantu silakan saja, kilahnya.
Selain itu, Naim juga kaget ketika ditanya ada oknum guru yang meminta dan memarahi siswa karena tidak membayar uang pengayaan UASBN. Kami akan memberikan sanksi kalau ada yang melakukan itu, ungkapnya. Menurut dia, dalam rapat sudah disampaikan bahwa pengayaan tidak ada paksaan dan tidak ada biaya. Hal ini juga ditegaskan dalam surat pemberitahuan. Pengayaan hanya percepatan menjelang UASBN. Kalau orang tua mau membantu, iklas untuk mewujudkan kegiatan, saya terima, ujarnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Eko Prasetyoningsih, mengatakan Dindik Surabaya sudah menginstruksikan sekolah untuk mengalokasikan biaya pengayaan dan uji coba (try out) dari bopda, terutama untuk siswa kelas 6 sejak awal tahun.
Dengan demikian, semestinya tidak ada lagi protes orang tua siswa tentang pungutan liar. Biaya pengayaan dan uji coba sudah tercakup dalam bopda, tandas dia.n

sumber: dutamasyarakat.com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris