Wakil Presiden Prihatin Kondisi Pendidikan

16 Juli 2010 Berita Pendidikan


Jakarta - Wakil Presiden, Boediono merasa prihatin dengan pendidikan di Indonesia. Alasannya, sistem pendidikan di negara lain sudah menyiapkan generasi mudanya dalam menghadapi persaingan pasar dunia.

"Tadi malam, saya menyaksikan tayangan BBC Knowledge, pendidikan di Cina benar-benar sangat intensif," kata Boediono dalam penyelenggaraan Indonesia Internation Conference on Inovation, Enterpreneurship dan Small Business 2010 di Universitas Multi Media Nusantara, Kamis (15/7).

Boediono melanjutkan, pendidikan di Cina mulai Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas sudah dibina secara intensif. Hal ini berbeda dengan pendidikan di Indonesia. Pendidikan Indonesia juga harus intensif untuk mengejar ketertinggalan. "Kalau kita santai saja, kita akan ketinggalan kereta oleh perkembangan dunia," katanya.

Dia berharap ada pembinaan generasi muda pada kewirausahaan, terutama fokus pada usaha kecil. "Semua yang besar berasal dari yang kecil, menjadi titik tolak mulai membina. Ini menjadi bibit dan kekuatan dasar suatu negara," ujarnya.
Wakil Presiden mengibaratkan pendidikan generasi muda ini seperti penyemaian benih. "Kita harus memuliakan bibit," katanya. Karena, kata dia, peningkatan kualitas dan produktivitas manusia merupakan aset penting dibanding mengharapkan dari sumber daya alam yang makin lama akan habis.

EKO ARI WIBOWO

Sumber: tempointeraktif.com