Wah... Ternyata Biji Nangka Manjur untuk Tangkis Kanker

12 Desember 2013 Berita Pendidikan


Siapa tidak kenal nangka? Buah asli negara tropis itu kerap kali disantap langsung maupun dicampurkan ke dalam bahan makanan lainnya untuk menambah rasa dan aroma.

Sayang, pemanfaatan nangka masih belum maksimal. Kebanyakan orang hanya mengonsumsi daging buah beraroma khas itu dan membuang bijinya. Padahal, biji tanaman bernama ilmiah Artocarpus Heterophyllus itu memiliki manfaat yang besar. Salah satunya, berfungsi untuk menangkal penyakit kanker kolon.

Penemuan tersebut adalah buah riset mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB), Umi Kartika Safitri. Di bawah bimbingan Winiati Puji Rahayu, penelitian tersebut menemukan, biji nangka memiliki sifat prebiotik sehingga dapat menangkal kanker kolon.

Dia menambahkan, risiko terkena kanker kolon dapat diturunkan dengan cara meningkatkan konsumsi serat makanan, termasuk prebiotik dan probiotik. Hasil tersebut tertuang dalam beberapa penelitian sebelumnya yang juga telah melalui tahapan uji coba pada hewan.

Biji nangka berpotensi sebagai prebiotik karena mengandung polisakarida dan oligosakarida yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan serta mampu menstimulasi pertumbuhan bakteri Lactobacillus. Melihat kandungan biji nangka itu, Umi menambahkannya dalam minuman susu fermentasi sinbiotik. Dalam susu fermentasi itu, Umi menggunakan dua jenis bakteri asam laktat, yaitu Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus brevis.

Umi mengungkap, banyak keunggulan yang diperoleh dengan menambahkan biji nangka dalam pembuatan susu fermentasi. Salah satunya, biji nangka dapat diolah menjadi tambahan susu fermentasi sinbiotik untuk meningkatkan daya guna, daya simpan, dan nilai ekonomisnya. "Susu hasil fermentasi kaya bakteri asam laktat memiliki efek positif bagi kesehatan karena dapat menghambat beberapa spesies bakteri patogen seperti Salmonella, Listeria dan Clostridium. Selain itu, susu fermentasi mengandung bakteri asam laktat mampu meningkatkan kerja enzim galaktosidase yang mempermudah pencernaan laktosa usus, meningkatkan kualitas gizi, menurunkan kadar kolesterol darah, mencegah kanker dan mengatasi diare," urai Umi, seperti dikutip dari siaran pers IPB yang diterima Okezone, Selasa (10/12/2013).

Sebelum dibuat tepung, biji nangka dicuci untuk menghilangkan kotoran. Biji nangka lalu direbus dalam suhu 90 derajat Celsius selama sepuluh menit menggunakan steam jacket untuk menghilangkan lendir dan mempermudah pelepasan kulitnya.

Setelah itu, biji nangka dipisahkan dari kulit yang masih menempel menggunakan abrassive peeler. Kemudian biji nangka diiris menggunakan slicer menjadi bagian-bagian kecil untuk memudahkan proses pengeringan.

Proses pengeringan dilakukan pada suhu 60 derajat celsius selama empat jam. Pengeringan ini untuk mengurangi kadar air dalam biji nangka sehingga mempermudah penggilingan. Selanjutnya, dilakukan penggilingan dengan disc mill dengan ukuran 60 mesh, kemudian diayak dengan ukuran seratus mesh agar tekstur produk akhir tidak berpasir. Rendemen yang diperoleh dari proses tersebut adalah 9,66 persen.

"Tahap selanjutnya adalah pembuatan minuman sinbiotik yang diawali dengan penyiapan kultur starter. Bakteri yang digunakan adalah L plantarum yang bersifat homofermentatif dan L brevis yang bersifat heterofermentatif," jelasnya.

Pembuatan minuman sinbiotik dilakukan dengan membuat delapan formula. Hasil analisis menunjukkan, terdapat perbedaan signifikan antara kontrol (formula yang tidak ditambah tepung biji nangka) dengan formula yang ditambah tepung biji nangka.

(Dikutip dari okezone.com)