Wah, Lulusan SMA/SMK Bisa Daftar Menjadi Pramuwisata Besertifikat di Bali!

24 April 2015 Berita Pendidikan


Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bali, Ni Ketut Nuriani bersama Pemerintah Provinsi Bali melakukan revisi minimal tingkat pendidikan bagi yang berminat menjadi pramuwisata bersetifikat di pulau Dewata.

"Sebelumnya, persyaratan minimal menjadi pramuwisata besertifikat di Bali adalah D3. Setelah mendapat masukan dari masyarakat, persyaratan tersebut kami turunkan menjadi SMA atau sederajat," kata Nuriani di Denpasar. Ia menambahkan, revisi ini masih diproses akhir sebelum diajukan ke sidang DPRD.

Data terakhir menunjukkan ada sekitar 8.333 orang pramuwisata di Bali yang menguasai 14 bahasa asing, namun hanya 5.642 orang di antaranya yang aktif memperpanjang izin kerjanya.

Nuriani mengatakan seluruh pramuwisata di Bali harus memiliki sertifikat kompetensi, terutama yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dengan persyaratan minimal pernah magang di agen perjalanan atau biro pariwisata selama enam bulan.

Usia minimal pramuwisata adalah 22 tahun dan ditunjukkan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pramuwisata di Bali juga disyaratkan memahami budaya Bali berdasarkan yang tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 2/ 2013 tentang Pariwisata Bali.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan pemerintah saat ini menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan. Indonesia menargetkan kedatangan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) hingga 2019.

"Peningkatan kualitas layanan dalam dunia kepariwisataan melalui program sertifikasi menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor ini," katanya.

Pramuwisata mendapatkan porsi terbanyak dengan mempertimbangkan kompetensi budaya dan sejarah, serta pembinaan etika. "Sebab, banyak (pramuwisata) yang terampil, namun kurang dalam hal etika," ujar Pitana.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari republika.co.id)