Waduh, Sekolah Ini Membebaskan Siswa Tidak Ikut UN!

7 Januari 2010 Berita Pendidikan


Di tengah persiapan dan pro-kontra penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2009/2010, SMA Mummadiyah 2 Pucang, Jawa Timur, berani membuat kebijakan menarik bagi siswa. Sekolah tersebut membebaskan siswa untuk memilih mengikuti UN atau tidak.

Kebijakan tersebut dikeluarkan secara resmi oleh sekolah dengan menerbitkan surat edaran (SE). Berdasar SE itu, siswa kelas XII dipersilahkan memilih, mengikuti UN atau tidak. Sekolah mengizinkan siswa memilih tidak mengikuti UN asalkan sepengetahuan orangtuanya.

Wakasek Bidang Kurikulum Munawir menyatakan, SE merupakan bentuk antisipasi pihak sekolah. Pihak sekolah tidak menginginkan polemik dan pro-kontra tentang sah dan tidaknya UN di masyarakat sehingga ikut terbawa ke dalam kelas. SE disusun pengurus sekolah berdasarkan rapat bersama.

"UN adalah hak siswa, kami menghargai hak siswa dan wali murid termasuk mereka yang kontra, karena itulah dibuat surat edaran itu," ujar Munawir.

Karenanya, wali murid diminta membuat surat pernyataan siap mengikuti UN atau tidak. Siswa dan wali murid juga diberi penjelasan konsekuensinya. Tapi, sejak dikeluarkan SE itu, hingga Rabu (6/1), tidak ada siswa dan wali murid yang membuat pernyataan tidak mengikuti UN.

"Mungkin mereka tahu jika tidak ikut UN konsekuensi terbesar, ya, tidak lulus," ungkap Munawir.

Sesuai aturan, UN di SMA Muhammadiyah 2 menjadi salah satu syarat kelulusan sekolah. Selain nilai UN dan nilai ulangan, sekolah berstatus RSBI ini juga menempatkan ujian Muhammadiyah sebagai bagian dari persyaratan kelulusan. Ujian Muhammadiyah merupakan ujian khusus yang dibuat oleh internal lembaga pendidikan Muhammadiyah.

Kadindik Surabaya Sahudi menjelaskan, UN merupakan salah satu syarat kelulusan sekolah. Terlepas dari proses hukum tentang tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraannya, pelaksanaan UN tahun ini sudah berjalan sesuai Permendiknas.

"Syarat kelulusan sekolah sudah diatur dalam Permendiknas. Jika tidak mengikuti UN, tentu saja nilai UN siswa yang bersangkutan tidak ada, meskipun nilai UN bukan satu-satunya pertimbangan kelulusan," ujar Sahudi. (rey/Editor: latief)