Waduh! Praktik Jual Beli Kunci Jawaban Masih Terjadi di UN 2016

9 April 2016 Berita Pendidikan


Ujian Nasional untuk tingkat SMA baru saja selesai, namun praktek jual beli kunci jawaban masih marak terjadi di berbagai wilayah.

Menurut hasil temuan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), praktek jual beli kunci jawaban tidak hanya di daerah, bahkan di Jakarta pun terjadi.

Praktek jual beli kunci jawaban dilakukan dengan cara siswa patungan. Harga kunci jawaban tersebut bervariasi, misalnya di Cimahi siswa patungan Rp 20 per orang, sedangkan di Jakarta berkisar antara 150 ribu sampai Rp 250 ribu, bahkan di Pare-pare siswa mengumpulkan uang hingga Rp 300 ribu per orang. Laporan tersebut di dapat melalui orangtua siswa karena anaknya meminta uang untuk membayar patungan tersebut.

Menurut Sekretaris Ummum SEGI Slamet Maryanto, praktek jual beli kunci jawaban tersebut diakui oleh banyak siswa. Namun mereka tidak mempercayai 100 persen kunci jawaban tersebut. Beli kunci jawaban dilakukan hanya untuk jaga-jaga dan terkadang tidak dipakai sama sekali.

Retno Listyarti, SEKJEN FSGI mengatakan selama UN masih menjadi parameter, potensi kecurangan akan terus terjadi karena orangtua dan anak menginginkan bisa diterima di sekolah atau perguruan tinggi favorit.

Oleh: Muhamad Erzal
(Diolah dari berbagai sumber)