Waduh, Banyak Lulusan Perguruan Tinggi Dinilai Berdaya Saing Rendah

27 Oktober 2015 Berita Pendidikan


Daya saing yang kian ketat tentu memaksa masyarakat terutama kaum terpelajar harus memiliki kapasitas yang tinggi. Apalagi dengan diberlakukannya komunitas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ijazah kelulusan saja dirasa jauh dari kata cukup untuk berhasil memenuhi kebutuhan pasar.

Intan Ahmad, selaku Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), mengungkapkan karena daya saing yang rendah, lulusan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi pun kini masih belum sesuai dengan tuntutan pasar.

Terkait hal tersebut, kini pemerintah tengah melakukan peningkatan kualitas pada lulusan perguruan tinggi. Beberapa kurikulum dikti sedang disiapkan oleh pemerintah yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Tidak hanya hard skill, penting juga menumbuhkan soft skill seperti misalnya kemampuan berkomunikasi serta bahasa asing pada mahasiswa kedepannya. Hal tersebut disiapkan oleh pemerintah dengan menyisipkannya kedalam kegiatan ekstrakulikuler.

Hal tersebut karena pasalnya masih banyak lulusan sarjana yang tidak memiliki soft skill yang diharapkan industri.

Dalam prosesnya, kurikulum ini sedang berada dalam taraf penyusunan dan melibatkan industri serta dunia usaha dengan tujuan agar kurikulum yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Untuk kedepannya, Intan berharap dengan kurikulum yang dibuat, tidak hanya sekadar mampu mendobrak nilai IP yang tinggi, namun juga kesiapan para mahasiswa memasuki dunia kerja.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)