Waduh! Angka Didik Anak dengan Kekerasan di Indonesia Tercatat Tinggi

30 Desember 2016 Berita Pendidikan


Direktur Statistik Ketahanan Sosial Badan Pusat Statistik (BPS), Thoman Pardosi melansir data mengenai metode didik anak dalam rumah tangga. Secara mengejutkan, data menunjukkan bahwa metode mendidik anak dengan cara kekerasan baik secara fisik maupun psikologis dalam rumah tangga di Indonesia masih tinggi, termasuk keluarga dengan kepala rumah tangga berpendidikan sarjana yang mencapai 44,07 persen.

Mayoritas orangtua di Indonesia masih menggunakan cara-cara kekerasan, baik psikologis maupun fisik dalam mendisiplinkan anaknya, bahkan yang lebih mengejutkan angka tersebut mencapai 54,80 persen.

Berdasarkan jenis kekerasan yang digunakan, 23,17 persen rumah tangga menggunakan cara-cara kekerasan psikologis dan fisik untuk mendidik anak. Sedangkan persentase rumah tangga yang hanya menggunakan kekerasan psikologis sebesar 21,48 persen dan 10,16 persen yang hanya menggunakan kekerasan fisik.

Selain itu, Thoman merinci bahwa cara-cara mendidik anak yang mengandung kekerasan di dalamnya yakni secara psikologis dengan sering membentak atau menakuti anak dengan presentasi sebesar 41,86 persen. Sementara itu, kekerasan fisik yang paling sering dilakukan adalah dengan mencubit atau menjewer anak sebesar 30,9 persen.

Jika dilihat dari angka yakni 44,07 persen kekerasan justru dilakukan oleh orangtua yang berpendidikan, hal ini menunjukkan bahwa orangtua yang berpendidikan tinggi, tidak mengerti cara-cara mendidik anak dengan baik dan benar.

Data BPS dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat, sebanyak 51,87 persen rumah tangga berpendidikan SMA/sederajat masih mendidik anak dengan menggunakan kekerasan.

Lalu sebesar 56,37 persen rumah tangga berpendidikan SMP/sederajat yang mendidik anak menggunakan kekerasan.

Sementara itu, sebesar 56,77 persen rumah tangga berpendidikan SD/sederajat mendidik anak dengan kekerasan. Dan sebesar 59,71 persen rumah tangga yang tidak mempunyai ijazah SD mendidik anak dengan kekerasan.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)