Universitas Telkom Gandeng Lapan Kembangkan Satelit Nano

22 Februari 2015 Berita Pendidikan


Universitas Telkom (Tel-U) bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) kini tengah menjalin kerja sama mengembangkan satelit nano atau piko untuk komunikasi dan mengamati benda di atas permukaan bumi.

Jasyanto, selaku Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Lapan menuturkan bahwa kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Lapan, Rabu (18/2).

Kerja sama yang akan berlangsung hingga 2020 ini, Tel-U dan Lapan akan membuat Satelit nano atau piko yang diberi nama Tel-USAT yang dirancang untuk komunikasi dan mengamati benda di atas permukaan bumi.

Dalam kerja samanya, Lapan berkontribusi dalam merancang, mengembangkan, dan menguji satelit tersebut. Selain itu, Lapan juga akan membantu teknis peluncuran satelit tersebut. Nantinya Tel-USAT akan menggunakan fasilitas uji laboratorium subsistem satelit yang dimiliki Pusat Teknologi Satelit Lapan.

Pembinaan dan pengawasan oleh Lapan akan dilakukan jika nantinya satelit tersebut beroperasi. Lapan akan mendampingin Tel-U dalam bidang pengolahan sinyal citra satelit, aspek legalitas, dan regulasi sistem satelit tersebut.

Lapan juga akan menandatangani naskah kerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada penandatanganan nota kesepahaman. Menurut Jasyanto, kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi kedirgantaraan.

Tidak hanya Tel-U dan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Lapan dan enam Pemerintah Daerah juga akan menandatangani naskah kerja sama dalam bidang pemanfaatan dan pengembangan sains dan teknologi kedirgantaraan untuk mendukung program pembangunan daerah.

Keenam pemerintah daerah tersebut yaitu Pemerintah Aceh, Pemkab Tanah Datar (Sumatera Barat), Pemkab Tulang Bawang Barat (Lampung), Pemkab Kotabaru (Kalimantan Selatan), Pemkab Kediri, dan Pemkab Blitar (Jawa Timur).

"Ruang lingkup kerja sama mencakup penelitian, pengembangan, perekayasaan, dan pemanfaatan sains antariksa, penginderaan jauh, teknologi dirgantara, diseminasi dan publikasi ilmiah serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia." Ujar Jasyanto.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)