Universitas Taiwan Lirik Mahasiswa Yogyakarta

4 Oktober 2011 Berita Pendidikan


YOGYAKARTA - Universitas-universitas swasta maupun negeri di Taiwan mulai melirik mahasiswa asal Yogyakarta. Sudah dua tahun Kementerian Pendidikan Taiwan menggelar acara Taiwan Higher Education Fair, bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Tahun ini acara digelar di Graha Sabha Pramana, UGM.

Pada edufair tahun lalu ada penambahan mahasiswa asal Indonesia sebanyak 300 orang. Dari Yogyakarta cukup banyak, kata Direktur Taipei Economic and Cultural Office in Malaysia, Chu To Ming, Senin 3 Oktober 2011.. Dia menyebutkan saat ini ada 2.300 mahasiswa asal Indonesia yang tersebar di kampus-kampus Taiwan.

Chu menjelaskan, sejak Eropa dan Amerika Serikat terkena krisis, pemerintah Taiwan melihat Indonesia merupakan market yang bagus bagi pengembangan ekonomi di Asia. Itu sebabnya, mereka mulai membangun kerja sama di bidang pendidikan dengan pemerintah Indonesia. Ada 27 universitas ternama di Taiwan yang mengikuti Taiwan Higher Education Fair 2011. Selain di Yogyakarta, mereka menggelar edufair di Aceh dan Surabaya.

Sejauh ini mahasiswa asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Taiwan mengambil
jurusan ilmu teknik, bisnis, dan pertanian.

Wahyono, mahasiswa jurusan komputer lulusan UGM, mengaku tertarik kuliah di Taiwan. Yang saya dengar pendidikan di Taiwan tidak kalah dengan kuliah di Jepang dan Cina, ujarnya. Wahyono mengharapkan beasiswa S-2 bisa dia peroleh untuk meneruskan pendidikan komputer.

Sejak 2004, pemerintah Taiwan memang menyediakan beasiswa untuk menarik mahasiswa berprestasi. Menurut Chu, informasi tentang itu bisa diperoleh di situs www.esit.org.tw.

Wakil Rektor Bidang Alumni dan Pengembangan Usaha UGM Prof Ir Toni Atyanto Dharoko, yang hadir di pameran, berharap kerja sama antara Taiwan dan UGM tidak hanya dalam pameran pendidikan. "Tapi juga perlu kerja sama riset dan pertukaran mahasiswa," katanya.

Sumber: tempointeraktif.com