Universitas Bakrie: Status Baru, Rektor Baru...

6 April 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA, KOMPAS.com - Dilantiknya Prof Ir Sofia W Alisjahbana pada awal Maret lalu sebagai rektor baru Universitas Bakrie untuk masa jabatan 2010-2012 diharapkan menjadi sebuah batu loncatan seiring dengan dibukanya tiga program studi baru, yaitu Ilmu Komunikasi, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika, sebagai konsekuensi perubahan status dari sekolah tinggi menjadi universitas.

Ditemui di ruang kerjanya di kampus Universitas Bakrie, Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, Kamis (1/4/2010), Sofia mengatakan, bahwa perubahan status tersebut diharapkan mampu memperkuat dukungan bagi sosok perguruan tinggi sebagai gerbang utama bagi para generasi muda dalam mempersiapkan kiprah profesionalnya di masa mendatang.

"Karena institusi pendidikan dan program studi semakin berkembang seiring dinamisme yang dibutuhkan dalam menjawab tantangan karir, maka kami pun harus berubah," ujar insinyur dari Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Berawal dari Bakrie School of Management (BSM) yang berdiri pada 2006 lalu, program studi yang dimiliki sekolah tinggi ini hanya manajemen dan akuntansi. Menurut Sofia, sebagian besar atau 70 persen mahasiswanya saat itu adalah para penerima beasiswa, yang mencapai 220 mahasiswa.

"Mereka adalah hasil rekrutmen program beasiswa dari 33 provinsi dan setiap tahun jumlahnya mencapai 220 dengan skema beasiswa berupa biaya kuliah," kata mantan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta ini.

Pada Juli 2009 lalu, seiring dikeluarkannya SK dari Dirjen Dikti untuk penambahan 8 program studi baru, tahun ini status BSM dirubah menjadi Universitas Bakrie dengan penambahan tiga prodi barunya, yaitu Ilmu Komunikasi, Sistem Informasi, serta Teknik Informatika.

"Tahun ini total target mahasiswa kami berjumlah 682 dan sebagian besar masih didominasi para penerima beasiswa. Tahun ini pula kami baru meluluskan mahasiswa, sebanyak 38 sarjana," tambah Sofie.

Sofie berharap, keunggulan mahasiswanya yang rata-rata adalah siswa berprestasi sebagai penerima beasiswa dari seluruh wilayah Indonesia, perguruan tinggi swasta ini mampu mencetak lulusan unggul sebagai sosok-sosok mahasiswa berwawasan global dan teknoprenuer.

"Kami memang belum besar, tetapi modal kami berupa link industri yang kuat dan mahasiswa-mahasiswa pilihan, sehingga ke depan kami berharap dapat tumbuh besar dan berprestasi," harap Sofia.

sumber: kompas.com