Unair dan ITS Sinergikan Ilmu Kedokteran dan Industri

7 September 2009 Berita Pendidikan


Dalam MoA-nya, antara FK Unair dan FTI-ITS sepakat dalam jangka pendek untuk melakukan kerjasama pendidikan dalam hal memberikan kuliah baik kepada mahasiswa S1, S2, S3 dan Spesialis. Selain itu untuk melakukan penelitian bersama, baik untuk staf dan mahasiswa, sehingga dihasilkan suatu produk dengan kualifikasi HaKI (Hak atas Kekayaan dan Intelektual) yang dimiliki bersama sesuai peran masing-masing.

MoA tersebut ditandatangani oleh Dekan FK Unair Prof Dr Muhammad Amin dr SpP(K) dengan Dekan FTI ITS, Prof Dr Ir Sulistijono DEA di ruang sidang khusus FK Unair, Jumat (4/9). Dalam penandatanganan tersebut disaksikan oleh pejabat di lingkungan masing-masing.

Kedua belah pihak juga menyepakati 11 item kesepakatan. Iantaranya, akan saling membantu dalam pemberian perkulian dan penelitian bersama sesuai kebutuhan baik kepada mahasiswa dan staf. Hal lain menyangkut masalah pendanaan, raihan hak paten (HaKI), dan sebagainya.

Dekan FK Unair Prof. Muhammad Amin mengatakan, mungkin orang akan bertanya-tanya, Fak. Kedokteran menjalin kerjasama dengan fakultas teknik. Dikatakan hal itu sangat mungkin, sebab menurut ia, saat ini kedua bidang tersebut tidak bisa dipisahkan. "Teknologi dulu yang harus maju, dan baru bidang kedokteran mengikutinya maju," kata Amin, kemarin

Sementara Dekan FTI ITS, Prof Sulistijono dalam sambutannya mengatakan, kerjasama ini merupakan sinergi antara dua fakultas besar sehingga sangat ideal. FK Unair, katanya, merupakan fakultas dambaan para lulusan SLTA serta fakultas pendiri di Unair (tertua), sehingga sinerginya sangat baik. Sedangkan FTI merupakan fakultas besar dan favourit di ITS, dimana menguasai 40 persen jumlah mahasiswa di ITS saat ini.

"Semoga kedua fakultas besar yang menyatu ini akan menghasilkan sesuatu yang besar dan lebih bermanfaat baik untuk kepentingan keilmuan dan masyarakat," kata Guru Besar Ilmu Material dan Metalurgi di ITS ini. uki/kpo

sumber: republika.co.id