UN SMP DKI Memble, Perlu Dipertanyakan Itu...

7 Mei 2010 Berita Pendidikan


Rendahnya tingkat kelulusan ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) di DKI Jakarta, yang ternyata kembali terulang di tingkat sekolah menengah pertama (SMP), membuktikan bahwa pemetaan kualitas pendidikan dan perbaikan-perbaikannya di kota besar belum tepat sasaran, baik itu dalam hal sarana dan prasarana pendidikan, mutu pendidik, maupun akses informasi.

Sejak mencuatnya kisruh UN terkait amar putusan MA dan sebelumnya didahului oleh pengadilan negeri, yang memerintahkan peningkatan kualitas guru, sarana prasarana, dan akses informasi sebelum UN dilaksanakan, ternyata ketiga hal itu tidak berjalan.

Padahal, seperti diberitakan di Kompas.com, Senin (7/2/2010), Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, di Surabaya, saat itu menegaskan bahwa UN tetap dilangsungkan Maret 2010. Adapun, kata Mendiknas, amar putusan MA soal UN yang memerintahkan peningkatan kualitas guru, sarana prasarana, dan akses informasi dinilainya sudah dilaksanakan.

"Nyatanya, DKI Jakarta saja hasilnya seperti ini. Ini membuktikan bahwa baik pemetaan kualitas maupun perbaikan-perbaikannya belum tepat sasaran," ujar aktivis pendidikan di Education Forum Suparman, Jumat (7/5/2010) di Jakarta.

"Kalau mereka (pemerintah) bilang ketiga hal itu udah terpenuhi, kenapa DKI saja bisa anjlok. Ini aneh buat saya," tambahnya.

Seperti diberitakan, Kamis (6/5/2010) di Kompas.com, berdasarkan data dari Kemendiknas RI, tingkat kelulusan ujian nasional (UN) sekolah menengah pertama (SMP) di DKI Jakarta tahun 2010 ini rendah. Sebanyak 28,97 persen atau 39.179 siswa SMP dinyatakan tidak lulus UN.

Disebutkan, dari 135.236 peserta UN SMP tahun 2010, hanya sebanyak 95.057 siswa atau 71,03 persen yang dinyatakan lulus. Maka, berdasarkan data tersebut, angka kelulusan UN di DKI Jakarta tahun ini mengalami penurunan cukup tajam dibanding tahun lalu, yaitu mencapai 99,8 persen.

Penulis: LTF/Editor: latief

Sumber: Kompas.Com