UN Dihapus, USBN Jadi Penggantinya, Kebijakan yang Terburu-Buru?

15 Desember 2016 Berita Pendidikan


Belum lama ini kebijakan baru penghapusan Ujian Nasional (UN) membuat beberapa pengamat pendidikan angkat bicara. Ada beberapa pihak yang senang, ada juga yang menganggap bahwa kebijakan ini tak lain hanya kebijakan yang terburu-buru.

Seperti yang Anda ketahui, Ujian Nasional (UN) mulai 2017 akan ditiadakan. Sebagai gantinya, UN akan digantikan dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Jimmy Paat seorang pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut menyampaikan pendapatnya mengenai perubahan UN menjadi USBN di tahun depan.

Dirinya mengatakan bahwa jika pada prinsipnya, pihaknya turut senang UN dihentikan dan diganti ke USBN, namun dia menilai kebijakan ini dibuat cepat-cepat. Hal ini terlihat dari pembahasan APBN 2017 Kemendikbud yang masih mengajukan anggaran untuk UN 2017.

Seharusnya ketika sudah ada rencana moratorium UN, Kemendikbud tidak lagi mengajukan anggaran untuk hal tersebut.

Meskipu nantinya UN akan benar-benar resmi diganti dengan USBN, kiranya tentu perlu dilakukan perubahan nomenklatur APBN 2017 Kemendikbud. Karena mengubah hal tersebut tidak bisa secepat itu.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah dari segi persiapan para guru. Jimmy mengatakan tercatat sejak 2005 lalu guru-guru tidak pernah membuat soal ujian akhir. Hal ini dikarenakan soal ujian akhir dibuat oleh Kemendikbud.

Jimmy mengatakan bahwa Kemendikbud berasumsi semua guru sudah siap membuat naskah. Padahal di daerah belum tentu guru siap tanpa ada pembekalan. Apalagi soal yang dibuat, harus merujuk standar nasional. Kecuali Kemendikbud menyiapkan butir soal ujian, sementara daerah tinggal pilih dan cetak. Namun akan menghilangkan semangat mengembalikan UN ke sekolah.

Pemerintah dalam hal ini harus memastikan secepatnya terkait keputusan ini. Supaya siswa, orangtua, guru, dan pihak terkait lainnya mendapat kepastian.

Tentu yang menarik dalam perubahan UN menjadi USBN ialah ujian guru bisa dimanfaatkan sebagai alat menilai integritas guru yang sebagaimana kita ketahui bahwa selama era UN banyak oknum guru yang membantu siswanya dalam kesuksesan ujian nasional.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)