Ujian Tulis SBMPTN di Selenggarakan, Tetapi Peserta Banyak yang Tidak Hadir

19 Juni 2014 Berita Pendidikan


Banyak dari para siswa yang setelah lulus berkeinginan melanjutkan ke universitas favorit yang mereka incar selama ini. Para pendaftar pun begitu antusias mendaftarkan diri nya agar bisa ikut dalam seleksi SBMPTN. Tapi ada apa dengan tes tertulis kali ini ? Banyak sekali peserta tidak hadir atau absen dalam ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Jember, Jawa Timur, yang digelar secara serentak, Selasa 17 Juni.

Menurut Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember (Unej), Agung Purwanto, sejumlah 242 peserta tidak hadir pada jam pertama untuk ujian tertulis pada kelompok Sains dan Teknologi (Saintek) sedangkan untuk kelompok campuran yang tidak hadir pada jam pertama sejumlah 200 orang.

Pada jam kedua dengan ujian tes potensi akademik tercatat peserta yang tidak hadir untuk kelompok Saintek sebanyak 242 orang, kelompok Sosial Humaniora (Soshum) sebanyak 289 orang, dan kelompok Campuran tercatat 193 peserta.

Sedangkan pada jam ketiga untuk ujian tulis kelompok Soshum tercatat jumlah peserta kelompok Soshum yang absen sebanyak 296 orang dan kelompok Campuran tercatat 202 orang. "Kalau ditotal jumlah peserta yang tidak mengikuti ujian tulis SBMPTN yang digelar panitia lokal (Panlok) 58 Jember sebanyak 740 orang dari total jumlah peserta sebanyak 10.772 pendaftar," tuturnya.

Lebih lanjut Agung mengaku tidak tahu pasti alasan peserta yang tidak hadir dalam ujian tulis SBMPTN Unej tersebut karena mereka tidak menyampaikan alasan kepada pantia tentang ketidakhadirannya dalam ujian tulis yang digelar selama sehari tersebut. "Secara umum pelaksanaan ujian tulis di Panitia Lokal 58 Jember berlangsung dengan lancar tanpa hambatan berarti termasuk pendistribusian soal, namun panitia harus bekerja ekstra karena ujian tulis digelar selama sehari dan melakukan rekapitulasi jumlah siswa yang tidak hadir hingga malam hari," paparnya.

Dari ribuan peserta SBMPTN Unej, lanjut dia, sebanyak 10 peserta mengikuti ujian tulis tanpa dilengkapi dengan surat keterangan lulus (SKL) dari pihak sekolah karena berbagai alasan, namun panitia memperbolehkan peserta tersebut tetap ikut ujian tulis. "Kami tidak mempersulit peserta yang tidak memiliki kelengkapan SKL dari pihak sekolah karena panitia akan melakukan pengecekan terhadap pihak sekolah peserta yang bersangkutan," katanya.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari antaranews.com)