UI-Menristek Jalin Kerjasama Pendidikan

26 Agustus 2009 Berita Pendidikan


Kerjasama itu meliputi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan, Penyelenggaraan Kegiatan Ilmiah, seminar, dan lokakarya, Peningkatan dan Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia, Program Pencangkokan dan Pemagangan, serta Perbantuan manajemen secara terpadu dalam rangka peningkatan mutu akademik.

Kerjasama ini merupakan bagian dari kerja besar Universitas Indonesia dengan status badan hukumnya yang berimplikasi kepada gagasan otonomi kampus, kata Wakil Kepala Humas UI Devie Rahmawati, di Depok, Rabu.

Otonomi kampus, lanjut Devie, meliputi dua hal. Pertama, otonomi dalam hal pengembangan akademik dan kedua adalah otonomi pengelolaan keuangan.

Otonomi tersebut memberi ruang bagi Universitas Indonesia untuk berkembang dan memainkan peranan yang mendasar di era masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society).

Kerjasama kedua institusi tersebut dilakukan oleh Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Gumilar R. Somantri dan Prof. Dr. Ir. Carunia Mulya Firdausy, M.A., A.P.U selaku Deputi Menteri Negara Bidang Dinamika Masyarakat, Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

Universitas Indonesia sebagai universitas tertua di Indonesia (berdiri pada tahun 1849), bertanggung jawab kepada pengembangan peradaban dan kemanusiaan.

Menurut dia, UI harus menghasilkan berlian-berlian (diamonds) dalam kegiatan riset maupun pengajaran. Istilah berlian tersebut banyak dipergunakan oleh universitas di tingkat dunia untuk merujuk pada keunggulan dengan berbagai definisi.

Berlian dalam kegiatan riset dapat didefinisikan oleh Universitas Indonesia sebagai karya yang layak, penting, berkualitas tinggi, dan bermanfaat besar bagi peradaban dan kemanusiaan.

Indikator tertinggi dari karya semacam itu adalah penghargaan hadiah Nobel sedangkan indikator umum yang realistik adalah berupa karya-karya yang dipublikasikan di Jurnal Internasional bergengsi serta mempunyai dampak yang tinggi.

Berlian di bidang pengajaran dapat didefinisikan sebagai upaya mencetak para 'Pemimpin' sekaligus entrepreneur (usahawan).

Dengan demikian, kerjasama ini diharapkan mampu menjadi salah satu 'mesin' pencetak berlian-berlian bangsa di masa datang, demikian Devie. (Ant/OL-01)

Sumber: Media Indonesia Online