UGM Kerjasama dengan Universitas As Teliti Penyakit Baru

9 Mei 2012 Berita Pendidikan


YOGYAKARTA - Setiap tahun muncul setidaknya satu jenis penyakit infeksi baru yang tingkat penyebarannya bisa meluas ke berbagai negara. Biasanya penyakit ini hasil interaksi antara manusia dengan hewan dan manusia dengan lingkungannya. Untuk penanganan penyakit ini perlu dilakukan kolaborasi antar mutlidisiplin ilmu dan multisektor.

Dari pemikiran itu, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menjalin kerjasama dengan University Minnesota, dan Tufsts University, Amerika Serikat, untuk mengembangkan aplikasi one health lewat tukar pengetahuan dan pengalaman, kolaborasi riset, serta pertukaran dosen dan mahasiswa.

Pakar Mikrobiologi FK UGM, dr. Abu Tholib, mengatakan konsep one health sangat dibutuhkan di Indonesia, karena Indonesia dianggap menjadi endemik terbesar munculnya jenis penyakit infeksi baru. Diantaranya adalah penyakit flu burung, malaria, dengue, TBC, rabies dan lain sebagainya, yang kini terus mengalami perkembangan dan perubahan akibat mutasi genetik.

"Jika tidak diantisipasi, penyakit baru dari Indonesia bisa menyebar ke seluruh dunia dalam satu minggu," kata Abu Tholib ditemui di sela-sela diskusi di Fakultas kedokteran UGM, Selasa (8/5/2012).

Melalui konsep one health, lanjutnya, penyakit infeksi dari zoonosis dapat diatasi secara intensif dan lebih awal. Namun diperlukan pendidikan dan pelatihan yang melibatkan berbagai peneliti dari berbagi disiplin ilmu meliputi dokter, dokter hewan, ahli gizi, perawat, ahli ekologi dan ilmuwan sosial.

Pakar zoonosis FKH UGM, Prof. Wayan Tunas Artama, menegaskan penanganan penyakit zoonosis tidak bisa ditanggulangi lewat treatment dokter manusia namun juga butuh keterlibatan dokter hewan.

"Penyakit ini sebenarnya merupakan perpindahan dari penyakit hewan ke manusia dan sebaliknya. Sehingga perlu penaganan penyakit hewan yang lebih intensif. Dan penyebaran penyakit ini tidak terlepas dari kebiasaan dan perilaku manusia yang sangat erat berinteraksi dengan hewan. Intrekasi ini sebagai medium penularan." katanya.

Sementara itu, peneliti dari University of Minnesota, Linda Olson Keller, mengatakan pengawasan dan kontrol penyebaran penyakit harus melibatkan banyak peneliti dari berbagai bidang ilmu. Di Amerika ditemukan rata-rata satu jenis penyakit baru yang muncul setiap tahunnya. Kendati bisa dibilang tidak semuanya betul-betul baru, karena diantaraya hasil dari perubahan dan perkembangan dari penyakit sebelumnya yang sudah ada.

"Paling tidak kita temukan satu penyakit baru tiap tahun," katanya.

Sumber: kompas.com