UGM Akan Gelar Kongres Pendidikan

13 Maret 2012 Berita Pendidikan


YOGYAKARTA - Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM akan menyelenggarakan kongres pendidikan, pengajaran, dan Kebudayaan. Kongres ini akan mendiskusikan tentang kebijakan dan strategi pendidikan nasional, konsep-konsep dasar pendidikan dan aplikasinya, serta pendidikan dalam pembangunan peradaban dan kebudayaan.

Ketua tim pengarah Prof Dr dr Sutaryo, SpA (K), mengatakan, tujuan dilaksanakan kongres ini agar konsep pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan nasional dapat disatukan kembali. Kongres ini bertolak dari keprihatinan terhadap kondisi pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan saat ini yang dilakukan secara terpisah.

"Padahal, tujuan pendidikan dan pengajaran seharusnya untuk kebudayaan, yakni memanusiakan manusia berdasarkan kebangsaan. Bila filosofinya dipisah, maka undang-undangnya pun jadi terpisah dan pelaksanaannya juga terpisah. Padahal, mestinya ketiganya tidak boleh dipisah," kata Prof Sutaryo, Senin (12/3/2012) di UGM.

Lebih lanjut, Prof Sutaryo mengatakan, pendidikan dilaksanakan untuk memajukan tumbuhnya budi pekerti dan pikiran anak didik melalui pendidikan berjiwa jati diri bangsa yang dapat mengangkat derajat bangsa dan negara untuk memuliakan segenap manusia.

Bidang pengajaran dilaksanakan untuk memberi ilmu pengetahuan serta kepandaian dalam rangka memajukan kecerdasan pikiran serta berkembangnya budi pekerti.

"Hal inilah yang membedakan konsep pendidikan ketimuran dengan barat. Sistim pengajaran barat menitikberatkan pada intelektual, sedangkan sistem pengajaran ketimuran mengembangkan intelektual dan budi pekerti," katanya.

Ketua panitia pelaksana, Dr Kunjana Rahardi, MHum mengatakan, kongres yang mengusung tema "Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan dalam Menghadapi Globalisasi" ini akan mengundang peserta dari perwakilan PTN/PTS, guru, dosen, peneliti, mahasiswa, birokrat, legislator, politisi, dan tokoh masyarakat, yang akan dilaksanakan pada tanggal 7-8 Mei mendatang di gedung Grha Sabha Pramana UGM.

Lebih lanjut, Dr Kunjana Rahardi, MHum mengatakan, hasil kongres ini akan menjadi rekomendasi kepada pengambil kebijakan. "Hasilnya diserahkan kepada pengambil kebijakan agar pendidikan nasional kita kembali ke khitah," tegasnya.

Sumber: kompas.com