UASBN 2010: Melihat Semangat Para Siswa Tuna Rungu..

6 Mei 2010 Berita Pendidikan


Meski berkebutuhan khusus, tak ada yang berbeda dengan semangat para siswa tuna rungu dari Sekolah Dasar Luar Biasa Santi Rama dalam mengikuti hari pertama penyelenggaraan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN).
Antusiasmenya tetap sama dengan anak-anak lain pada umumnya. Mereka ingin pintar, mereka ingin lulus. "Tadi pagi-pagi, jam 7, saya sudah lihat si Rifqi itu sudah di ruang keterampilan, baca-baca. Saya tanya 'ngapain pagi-pagi sudah di sini?'. Supaya pintar, katanya," kata Wakil Kepala Sekolah SDLB Santi Rama A. Dadang di sela penyelenggaraan ujian, Selasa (4/5/2010).

Hal ini juga dibenarkan oleh salah seorang guru. Eko mengatakan, siswanya lebih tekun belajar meski di beberapa aspek mereka membutuhkan bantuan belajar karena kemampuannya terbatas.

Para siswa tuna rungu memang memiliki kemampuan berbahasa yang rendah sehingga membutuhkan banyak latihan. Namun, pihak sekolah mencoba membantu para siswanya dengan latihan-latihan menjelang UASBN.

Pihak sekolah ternyata juga menggelar tryout bagi para siswanya yang berkebutuhan khusus. Para siswa dilatih sejak bulan Februari lalu dalam lima kali tryout. "Tryout tidak hanya mencakup materi tapi lebih kepada melatih mereka cara mengisi nama dan nomor ujian mereka, melatih cara membaca petunjuk-petunjuk, cara mengisi soal, seperti itu," tutur Dadang.

Dadang mengatakan tryout ini dibutuhkan oleh para siswanya untuk bisa mengenalkan mekanisme ujian sejak awal. Meskipun memang, butuh para pengawas yang juga proaktif untuk menanyakan kesulitan para siswa dalam ujian. "Yang pasti para pengawasnya adalah guru-guru dari sekolah berkebutuhan khusus juga di daerah Jakarta Selatan," tambahnya.

Namun demikian, Dadang mengatakan pihaknya selalu berusaha mengikuti standar prosedur yang berlaku di sekolah umum, baik dari pengambilan soal, mekanisme pengamanan soal, hingga waktu ujian. Tak ada pula perlakuan khusus dalam ujian kepada para siswanya. "Meski kata orang di luar, SDLB itu sekolah nomor dua, tapi kita akan jalankan prosedur sesuai dengan aturan umum," katanya.
Editor: Glo

Sumber: Kompas.Com