Tunjangan Rp 450.000 bagi Guru Dihapus

10 Mei 2011 Berita Pendidikan


JAKARTA - Baru pertama kali ikut dalam kompetisi Senior Balkan Mathematical Olympiad (BMO) 2011 di Iasi, Romania, 4-8 Mei 2011, pelajar Indonesia langsung mempersembahkan dua medali perunggu. Olimpiade Matematika tingkat SMA ini diikuti 20 negara, termasuk negara-negara yang memiliki tradisi Matematika yang sangat baik, seperti Bulgaria, Romania, dan Inggris.

Pelajar Indonesia yang mengharumkan nama bangsa tersebut adalah Peter Tirtowijoyo Young (siswa kelas III SMP Petra 1 Surabaya) dan Monica Vanya Santoso Kartika (siswi kelas II SMA Angela Bandung). Pelajar yang berprestasi di bawah pimpinan Anton Wardaya direncanakan kembali ke Tanah Air pada Senin (9/5/2011) sore ini.

Anton mengatakan, debut pelajar Indonesia di ajang BMO baru pertama kali. Namun, para pelajar Indonesia tetap mampu bersaing dengan peserta dari negara lain yang memiliki rata-rata peringkat di atas Indonesia dalam ajang tahunan International Mathematics Olympiad (IMO).

Semua negara peserta mencakup negara Balkan, yaitu Albania, Bulgaria, Siprus, Yunani, Macedonia, Moldova, Romania, Serbia, Montenegro, dan Turki. Ada juga negara undangan, yakni Azerbaijan, Perancis, Inggris, Indonesia, Italia, Kazakhstan, Arab Saudi, Tajikistan, dan Turkmekistan.

Tim tuan rumah (Romania) seperti biasanya berhak menurunkan dua tim. Satu tim maksimum terdiri atas enam pelajar.

Indonesia hanya mengirimkan dua pelajar, tetapi langsung mengukir prestasi bagi bangsa. Pelajar Indonesia mendapat pelatihan selama dua minggu di STKIP Surya.

Anton menjelaskan, tingkat soal tahun ini lebih sulit dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan persaingan sangat ketat karena banyaknya peserta dari negara lain yang akan diterjunkan di ajang IMO pada Juli 2011 di Belanda. Sistem Olimpiade Balkan ini sama dengan sistem IMO.

Pada penyelenggaraan BMO 2011 juga hadir advisor board dari IMO serta para team leader dari negara peserta IMO.

Sumber: kompas.com