Tunjangan Profesi Tak Jamin Profesionalisme Guru

7 Oktober 2011 Berita Pendidikan


JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan, untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme guru, tidak cukup hanya dengan memberikan tunjangan profesi. Ia mengungkapkan, pemberian tunjangan profesi tidak menjamin meningkatnya mutu dan profesionalisme para guru ke level yang lebih baik. Retno menilai, peningkatan mutu dan profesionalisme guru juga menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Membangun kapasitas guru ini yang tidak difasilitasi. Dalam program Menteri Pendidikan Nasional yang ada hanya membangun kapasitas kepala sekolah dan pengawas, sementara tidak ada program untuk membangun kapasitas guru," kata Retno, Kamis (6/10/2011).

Ia menekankan, perlunya pengawalan dari pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas para pengajar. Menurutnya, setelah membuat kebijakan mengenai tunjangan profesi guru, pemerintah terkesan lepas tangan dan tidak melakukan monitoring dan pengawalan lebih lanjut terhadap peningkatan mutu dan profesionalismenya.

"Karena setelah itu (memberikan tunjangan profesi) pemerintah tidak pernah mengawal soal profesionalisme. Prinsipnya semua guru dianggap sama, profesional atau tidak penghasilannya tetap sama," ujarnya.

"Guru itu berbeda-beda profesionalitasnya. Ada yang sangat profesional, bahkan ada yang tidak profesional. Maka pemerintah harus teliti memperlakukan para guru, jangan disamaratakan," kata dia.

Sumber: kompas.com