Tunggak SPP,siswa Disabet Guru

15 April 2010 Berita Pendidikan


Aksi kekerasan terhadap siswa kembali terjadi.Di Cilacap,puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Boedi Utomo terkena sabetan tangkai pohon oleh guru pelajaran olahraga akibat menunggak pembayaran sumbangan pengembangan pendidikan (SPP).

Aksi kekerasan ini antara lain dirasakan Aditya Saputra,siswa kelas X jurusan Mesin Perkakas 4. Dia mengaku perutnya disabet oleh guru olahraga karena menunggak pembayaran SPP selama sebulan sehingga belum memiliki kartu tes. Kemarin (Selasa, 13/4) seluruh siswa yang belum memiliki kartu tes disuruh berkumpul di lapangan sekolah. Oleh karena jalannya sempit, saya terlambat sampai lapangan sehingga perut terkena sabetan tangkai pohon oleh guru olahraga,Pak Sunanto,ujarnya. Meskipun sabetan tersebut tidak meninggalkan bekas,dia merasa nyeri pada bagian perut. Puluhan temannya yang tidak memiliki kartu tes karena belum melunasi SPP juga terkena sabetan. Teman satu kelasnya ada lima orang yang terkena sabetan guru.

Bahkan,ada juga teman saya yang terkena sabetan pada lehernya hingga memar,ungkapnya. Siswa kelas X jurusan Mesin Perkakas 1,Oki,17,mengaku turut dikumpulkan di lapangan sekolah bersama ratusan temannya yang belum melunasi SPP.Kendati demikian, Oki tidak terkena sabetan gurunya karena saat peristiwa itu terjadi, dia langsung lari ketakutan. Saya lari hingga sepatu terlepas. Namun, saya melihat puluhan siswa terkena sabetan, ada yang tersabet di tangan, leher, dan perut, ungkapnya. Orangtua Aditya,Hadi Purwanto, 43, menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut.Sebaiknya sekolah memanggil orangtua siswa jika SPPnya belum lunas. Jangan main pukul seperti itu,katanya.Meskipun anaknya tersabet, dia mengaku tidak ingin menempuh jalur hukum terkait kasus tersebut.

Kepala SMK Boedi Utomo Cilacap Tuslan Asep saat hendak dikonfirmasi sedang mengikuti suatu kegiatan di Surakarta sejak Senin (12/4). Kepala Tata Usaha SMK Boedi Utomo Cilacap Sugiarti mengatakan peristiwa tersebut bukan faktor kesengajaan yang dilakukan Sunanto kepada para siswa. Sebelum peristiwa tersebut terjadi, sekolah menginformasikan kepada para siswa yang belum memiliki kartu tes segera berkumpul di ruang tata usaha. Karena banyaknya siswa,ada sekitar 300-an orang, kami yang dibantu para guru meminta sebagian dari mereka menuju lapangan. Kebetulan jalan menuju lapangan tersebut disesaki para siswa sehingga Pak Sunanto berusaha menertibkan mereka, tuturnya.

Ketua Komite Sekolah SMK Boedi Utomo Cilacap Himam menerangkan, guru olahraga itu mengambil tangkai pohon yang masih ada dahannya. Pak Sunanto menggoyang-goyangkan tangkai tersebut sembari meminta siswa segera menuju lapangan sehingga tidak terlalu lama membuang waktu karena sudah memasuki jam mengerjakan tes. Jadi sama sekali tidak ada pemukulan,tandasnya. Ketua Yayasan Kader Penerus Teknologi (lembaga yang menaungi SMK Boedi Utomo Cilacap) Sudarno mengatakan,pihaknya akan mengklarifikasi kasus tersebut. Saya atas nama sekolah meminta maaf atas peristiwa tersebut. Saya akan klarifikasi kasus ini dan jika guru tersebut terbukti bersalah akan ditindak,tandasnya. (ant) Sumber: Seputar-Indonesia.Com